Aksi Demo LSM Plantari Minta Pemda Untuk Transparansi

Lahat, Aksi demo menuntut keadilan dan transparansi Pemda Lahat terhadap berbagai kebijakan dan pelaksanaan roda pemerintahan maupun pembangunan. Aksi demo itu  dilakukan oleh LSM PLANTARI, aksi demo tersebut dilakukan dipelataran Kantor Bupati Lahat Kamis (29/03)

Demo yang dipimpin langsung oleh Sanderson Syafe’i, ST. SH membeberkan berbagai kebijakan yang dilakuan patut diduga bertentangan dengan aturan yang berlaku, sehingga terkesan dibiarkan saja terjadi penyalahgunaan fasilitas negara dan kesenjangan sosial antar ASN karena ada yang mendapat tunjangan beban kerja yang besar sesuai Perbub No. 28 Tahun 2010 yang muaranya terhadap pelayanan publik.

Sanderson mencontohkan, kasus penyalahgunaan fasilitas negara, dengan tertangkap tangan parkir di halaman Pemda mobil Dinas BG 1010 EZ dengan plat hitam BG 1031 ED, namun ketika dikonfirmasi sopir mobil tidak memberikan tanggapan.

“Ada apa dibalik indikasi penyalahgunaan wewenang ini, ataukah jangan-jangan ada yang digunakan untuk kepentingan politik” tegas Sanderson.

Selain itu banyak keluhan ASN yang disampaikan melalui pendapat yang dilakukan oleh LSM Plantari dengan 500 koresponden.

Sanderson tegaskan, “hampir seluruhnya minta dihapuskan tunjangan beban kerja di Dinas BKD, Dinas BKPSDM, Dinas Penanaman Modal, BAPPEDA, Inspektorat dan RSUD Lahat, sementara kekurangan dana TPP 2016 dan 2017 minta dibayarkan” tuturnya.

Pendemo meminta Plt. Bupati Lahat, Marwan Mansyur, SH. MH untuk transparan dalam penggunaan anggaran dan membuka ruang publik kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa mengetahui anggaran yang dikelola Pemda setempat melalui SKPD, spanduk, baleho ataupun Webside.

Sementara Plt. Bupati Lahat yang menemui masa yang juga dihadiri oleh Assisten, Sekretaris BKD, Sekretaris BKPSDM, Sekretaris Dinas Komunis, Inspektorat, Kasat Pol PP menyatakan akan segera menindaklanjuti temuan LSM Plantari merujuk pada PP No. 53/2010 dan akan mengevaluasi tunjangan Beban Kerja dengan pihak terkait segera. Usai melakukan aksi demo massa langsung membubarkan diri. (Vinna)

 

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

18 + 17 =

Berita Populer