Antrian Kendaraan di SPBU 24.321.112

Antrian BBM Subsidi Makin Menjadi, KAMMI Siap Turun Aksi Lagi

Baturaja, beritakite.com – Antrian BBM bersubsidi yang terus terjadi mengundang beragam reaksi masyarakat, karena antrian tersebut mengakibatkan kemacetan lalulintas dan rawan kecelakaan di jalan sekitar SPBU.

Salah satu elemen masyarakat yang bersikap terkait antrian BBM bersubsidi tersebut adalah dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah OKU Raya.

KAMMI OKU Raya terakhir melakukan aksi damai ke Gedung DPRD OKU mengkritisi kebijakan BBM penerintahan Jokowi-Jusuf Kalla pada tanggal 17 Juli 2018, aksi tersebut selanjutnya ditindak lanjuti dengan rapat koordinasi di ruang Bina Praja Pemkab OKU pada tanggal 19 Juli 2018.

Dalam rapat yg di pimpin Sekda OKU tersebut dihadiri oleh anggota Komisi 2 DPRD OKU Yopi Syahrudin, perwakilan Pertamina, perwakilan SPBU, anggota Polres OKU, Asisten 2 Sekda OKU dan perwakilan KAMMI.

Dalam rapat koordinasi tersebut pihak Pertamina menyatakan kenaikan BBK tidak ada sangkut paut dengan pemerintah, kecuali bahan bakar subsidi. Kelangkaan yang terjadi sebenarnya bukanlah kelangkaan, tapi memang kouta BBM subsidi sudah di tentukan oleh Pemerintah, dan dari pihak Pertamina siap menyiapkan BBM subsidi bila kouta di tambah

Sedangkan Pemkab OKU melalui Asisten 2 Bidang Ekonomi mengakui bahwa pihaknya memang belum pernah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina sehingga belum bisa menambahkan kouta BBM subsidi, karena pihak pemerintah tidak punya data kouta BBM untuk Kabupaten OKU.

Aksi Damai yang dilakukan KAMMI OKU Raya pada tanggal 17 Juli 2018

Ketua KAMMI Daerah OKU Raya Akhmad Mubasyir, SP saat dihubungi wartawan beritakite.com pada hari Kamis (2/8) menjelaskan bahwa sikap KAMMI terkait belum direalisasikannya penambahan kuota BBM bersubsidi sesuai hasil rapat koordinasi di Pemkab OKU tanggal 19 Juli 2018 kemarin maka KAMMI sebagai bagian dari masyarakat merasa kecewa seolah-olah aspirasi yang mereka sampaikan hanya di anggap sebagai angin lalu.

Selanjutnya KAMMI menganggap pihak Pemerintah Daerah seperti tidak serius menangani masalah ini dan menganggap ini bukan persoalan krusial dimasyarakat, padahal pada rapat koordinasi yang lalu Pemda berjanji akan segera mengirimkan surat dan administrasi terkait agar kuota BBM bersubsidi di tambah, namun sampai hari ini justru kenyataan di lapangan bertolak belakang dengan janji yang disampaikan.

“Kuota tak kunjung di tambah, sehingga mengakibatkan kemacetan diseluruh areal SPBU, kemacetan ini berpotensi mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalulintas, semestinya Pemerintah Daerah dan Pertamina serius menanggapi permasalahan ini, karena ini terkait dengan hajat hidup masyarakat” ujar Mubasyir.

Ketika di tanya langkah apa yang akan diambil KAMMI OKU Raya terkait makin parahnya antrian kendaraan yang mengantri BBM bersubsidi, Akhmad Mubasyir menjawab

“KAMMI akan kembali turun kejalan jika keadaan ini tidak segera diatasi, KAMMI siap digarda terdepan membela kepentingan rakyat” tegas Mubasyir.

Sementara itu Sekretaris Daerah OKU Dr. Drs. H. Achmad Tarmizi, ST, MT., M.Si. ketika dihubungi melalui WhatsApp pada Kamis (2/8) kemarin menyatakan bahwa saat ini dirinya sedang berada di Bandung, ketika diminta konfirmasi terkait realisasi hasil rapat koordinasi tetkait BBM bersubsidi, Sekda menjawab

“Hasil rapat tempo hari kita minta pertamina untuk menaikan kuota, dan pihak bersangkutan menyanggupi untuk mengurus dan memfasilatasi dan koordinasi dengan Pemkab OKU”

Ketika didesak kapan akan segera ditindak lanjuti hasil rapat koordinasi tersebut Sekda OKU menyatakan

“Segera kita tindak lanjuti lagi” pungkas nya. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

three × 5 =

Berita Populer