KAMMI OKU Raya saat menggelar diskusi politik internasional di Q-Syam Cafe

Bahas Permasalahan Muslim Uighur, KAMMI OKU Raya Gelar Diskusi Politik Internasional

OKU, beritakite.com – Dugaan adanya penindasan terhadap etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang, China yang ramai tengah diberitakan dan diperbincangkan saat ini membuat Kebijakan Publik Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah OKU Raya mengadakan Diskusi Santai tentang masalah tersebut, Minggu (29/12) di Q-Sham Cafe.

Diskusi yang menghadirkan seorang pemantik dari tokoh pemerhati Publik dan Pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ustadz Taufiqurrahman ini terbuka untuk umum dan khususnya para Kader KAMMI yang ingin mengetahui lebih jelas dan mendalam tentang konflik kemanusiaan yang terduga pelanggaran HAM ini.

Mengawali sekaligus membuka diskusi, Mulya Ari Ramadhan selaku Moderator Diskusi menuturkan bahwa konflik yang terjadi di Xinjiang antara Etnis Uighur dan Pemerintah China mempunyai sejarah panjang, yang diklaim oleh pemerintah setempat itu terjadi karena tuduhan separatisme yang menjadi alasan pemerintah China membuat kamp konsentrasi yang nantinya akan meredukasi para pelaku-pelaku separatis tersebut.

“Terlepas dari itu, kejadian ini menjadi perhatian di belahan dunia terkhusus negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia dan Malaysia serta negara-negara dari bagian Eropa dan Amerika yang menduga bahwa telah terjadi pelanggaran HAM tingkat tinggi di sana.”ujarnya.

Lebih lanjut, sang Pemantik menambahkan terpisah dari kepentingan apapun bisa dirasakan pelanggaran-pelanggaran Kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan dunia ini seperti di Bosnia, Lebanon, Irak, Iran, Suriah, Palestina dan Rohingya selalulah umat Muslim yang menjadi korbannya.

“Dengan mempelajari sejarah Islam dan tidak sekali-kali melupakan sejarah kita akan tahu bahwa konflik yang terjadi di Uighur merupakan pola yang di janjikan Rasulullah sesuai hadis akan kembali masa kejayaan Islam setelah masa-masa sulit yang terjadi atas kelalaian umat muslim itu sendiri.”Ujar Ustadz Taufiq demikian sapaanya.

Diskusi ini merupakan salah satu implementasi dari Maklumat Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI yang menunjukkan sikap pernyataan dari KAMMI sendiri kepada pemerintah dan instansi yang berwenang dalam permasalahan Internasional seperti Uighur ini.

Adapun maklumat tersebut terdiri dari beberapa point, yaitu:

1. Meminta Pemerintah untuk mendesak pemerintah China agar membuka informasi seluas-luasnya terkait yang terjadi di Uighur.
2. Mendesak pemerintah Indonesia agar menindaklanjuti arus aspirasi umat Islam dan bersikap lebih tegas untuk menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM di Xinjiang sesuai dengan amanat UUD 1945 dan politik luar negeri bebas aktif.
3. Mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengeluarkan Resolusi terkait pelanggaran-pelanggaran HAM terhadap Masyarakat Uighur, Rohingya, Palestina, Suriah, Yaman, India, dan sebagainya.
4. Mendesak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengadakan sidang khusus dan mengambil langkah-langkah konkrit untuk menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM yang dialami umat Islam, khususnya di Xinjiang.
5. Menghimbau seluruh kader KAMMI se-Indonesia untuk melakukan doa bersama, dan aksi solidaritas untuk Muslim Uighur.

Diskusi berlangsung cukup lancar sejak dimulai dari pukul 13.00 Wib hingga ashar menjelang. Diskusi juga dilengkapi dengan saling memberikan pendapat dan argumen antar audiens yang hadir. (ril/bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

20 − 13 =

Berita Populer