Bakal Jalani Lebaran Sendiri, Mbah Kartani Dihibur KGB ACT Lahat

LAHAT, beritakite.com – Bisakah kita membayangkan, di masa tua menjalani Ramadhan dan Idulfitri tanpa anak dan cucu di sisi? Apalagi dalam hidup yang serba kekurangan.

Begitulah nestapa Mbah Kartani. Warga Sari Bungamas yang tahun lalu sempat viral karena hidup di gubuk tak layak huni. Saat itu, Lurah bersama warga membuatkan Mbah Kartani sebuah rumah yang layak untuk ditinggalinya.

Setelah 2 hari yang lalu tim BerkArt Ramadhan bersama Pak Lurah menghantarkan paket lebaran. Hari ini, Minggu (02/06/2019) tim KGB ACT Lahat kembali menyambangi kediaman Mbah Kartani dengan turut membawa bantuan dari Bu Lidya Wati Cik Ujang.

Selain membawa paket Sembako, turut dipersembahkan perlengkapan tidur untuk Mbah Kartani yang selama ini tidur di dipan beralas tikar. Selain itu, Mbah Kartani menyambung hidupnya dengan mencari sawit brondol, menjual kayu bakar, dan menjual kerak nasi.

Terlihat tawa renyah Mbah Kartani saat berbincang dengan tim KGB ACT Lahat. Sempat menetes air matanya saat mengulang kisah hidupnya.

Menurut Mbah Kartani, dahulu dirinya mempunyai 2 orang anak. Yang satu sudah meninggal, sedangkan yang satu lagi pergi bersama suaminya, meninggalkan dirinya sendiri, setelah sebelumnya menjual rumah dan kebun milik Mbah Kartani. Saat ditinggal, Mbah Kartani hanya ditinggali sepasang sandal jepit dan uang Rp. 50.000,-.

Menjalani kesendirian dan menjadi orang yang didzalimi anak sendiri, Mbah Kartani tetap tegar menjalani hidup. Menyimpan tangis baginya merupakan bentuk ketabahan paling manis.

Anggota KGB ACT Lahat, Harta Hazila, mengatakan bahwa mereka benar-benar berharap akan dapat selalu membersamai Mbah Kartani di sisa umurnya yang kini sudah mencapai 80 tahun.

“Semoga tim KGB ACT Lahat bersama segenap jajaran perangkat Pemerintah Kabupaten dapat membersamai Mbah Kartani di sisa napas hidupnya. Hari ini kami juga membawa amanah dari Bu Lidya Wati dan donasi teman-teman lainnya. Ada seperangkat perlengkapan tidur, paket sembako, perlengkapan dapur, galon air, dan tikar untuk Mbah Kartani. Terima kasih untuk semua donatur, semoga donasinya menjadi bagian dari tiket menuju SurgaNya. Aamiin,” ungkap Harta Hazila.

Akan selalu ada kebaikan di dalam kepedihan. Meski dalam kekurangan, Mbah Kartani memaksa tim KGB ACT Lahat, untuk menerima hadiah beberapa sisir pisang darinya.

Atas segala kecukupan kita, atas segala penderitaan Mbah Kartani, lantas nikmat mana lagi yang kita dustakan. (Aan)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

fourteen − ten =

Berita Populer