Aksi Format OKU menuntut transparansi pembangunan RSUD Ibnu Sutowo

Demo Pembongkaran RSUD, Massa : Pemkab OKU Jangan Membohongi Masyarakat

OKU, beritakite.com – Ratusan massa yang menamakan durinya Forum Masyarakat Peduli OKU (Fornat OKU) kembali melakukan aksi demonstrasi ke Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (18/09/2019).

Kedatangan massa yang merupakan gabungan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah OKU Raya, Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu, Himpunan Masyarakat Untuk OKU dan Gerakan Rakyat dan Pemuda OKU (Garda OKU) tersebut untuk kembali mempertanyakan terkait mangkraknya rencana pembangunan RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.

“Kamis pekan lalu kita sudah kesini, dan hari ini kita menepati janji kita untuk kembali melakukan aksi menuntut Pemkab OKU untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait pembongkaran RSUD Ibnu Sutowo,” ujar Korlap Aksi Mulya Ari Ramadhan.

Mulya menjelaskan bahwa aksi yang mereka lakukan adalah bentuk kepedulian mereka atas pembangunan OKU yang morat-marit.

“Sudah 2 tahun sejak pembongkaran sebagian bangunan RSUD Ibnu Sutowo, namun hingga hari ini tak nampak 1 batubata pun terpasang disana,” kata Mulya.

Menurutnya Pemkab OKU telah mempermainkan layanan kesehatan kepada masyarakat, karena telah berlaku semena-mena dan tergesa-gesa dalam pembongkaran RSUD Ibnu Sutowo.

“Pembongkaran tidak ada konsultasi dengan DPRD OKU, serta tidak memiliki Surat Perintah Kerja,” artinya melalui pengeras suara.

Ria Diana salah satu orator dari KAMMI OKU Raya menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke Pemkab OKU itu atas panggilan hatinurani.

“Pemerintah OKU harusnya melayani masyarakat bukan membohongi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu Muslimin Jakfar dalam orasinya menuntut agar aparat penegak hukum membuka seterang-terangnya tabir pembongkaran RSUD Ibnu Sutowo.

Kedatangan massa tersebut disambut oleh Sekda OKU Dr. H. Achmad Tarmizi disamping Asisten 1 Setda OKU dan Direktur RSUD Ibnu Sutowo, awalnya massa menolak karena mereka ingin bertemu dan mendengar penjelasan langsung dari Bupati OKU Drs H Kuryana Aziz yang saat bersamaan sedang ada kegiatan di Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya.

“Kami tidak mau, kalau bukan Bupati,” teriak massa.

Namun Kabag Ops Polres OKU Kompol M.Ginting berhasil memediasi dan menjembatani massa dan pihak Pemkab OKU sehingga massa mau bersedia bertemu Sekda di ruang Abdi Praja Pemkab OKU.

Dihadapan massa, Sekda OKU Achmad Tarmizi menjelaskan pembangunan RSUD ini bermula dari Visi Misi Bupati OKU, yang tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat OKU dengan pembangunan rumah sakit ditingkatkan sedemikian rupa.

“Kita berusaha membangun rumkit itu dengan dana pinjaman, sebab kalau dengan APBD, dana APBD kita kecil, tahun ini APBD kita hanya 1,5 Triliun, jika dibangunkan maka akan mengakibatkan terhambatnya pembangunan lainnya,” jelasnya.

Nah pembangunan rumah sakit ini juga lanjutnya, sesuai arahan Presiden Jokowi kepada seluruh Bupati diarahkan dan dipersilahkan meminjam dana talangan dengan PT SMI supaya tidak menggangu APBD.

Menurut Tarmizi, pembongkaran RSUD tersebut sudah melalui prosedur dan SOP yang berlaku.

“Saya siap bertanggung jawab jika tidak sesuai prosedur,” ujarnya

Penejelasan ini mendapat protes dari massa, massa mempertanyakan pembongkaran ini tidak melalui persetujuan DPRD OKU yang notabenenya merupakan wakil rakyat OKU.

“Surat persetujuan itu saya sendiri yang mengantarkan kerumah Ketua DPRD OKU waktu itu yakni Zaplin Ipani dan sudah ditandatangani oleh dua unsur pimpinan lainnya,” kata Tarmizi. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

7 + 2 =