Jembatan PT. Semen Baturaja ke lokasi tambang Bukit Pelawi yang melintasi Jl. Kol. H Burlian

Dikerjakan Hingga Malam Hari, Pembangunan Jembatan Ini Meresahkan Warga

Baturaja, beritakite.com – Pembangunan jembatan milik PT. Semen Baturaja menuju kawasan tambang di Bukit Pelawi yang melintasi Jalan Kol. H. Burlian Kelurahan Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat yang dibangun oleh PT. AMKA menuai protes dari warga sekitar.

Protes warga tersebut diakibatkan adanya polusi yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan jembatan tersebut, polusi yang dihasilkan dari kegiatan pembangunan jembatan itu adalah polusi udara dan polusi suara (kebisingan).

Masyarakat sekitar proyek pembanguan jembatan merasakan banyaknya debu akibat dari kegiatan pembangunan, selain debu masyarakat juga merasa terganggu karena pekerja pembangunan jembatan bekerja hingga malam hari.

“Mereka bekerja hingga pukul 11 malam, berisik sekali, padahal jarak pembangunan jembatan dan rumah kami sangat dekat,  jadi bagaimana kami mau istirahat” keluh Mamad saat di jumpai pada Senin (22/10) didekat rumahnya di kawasan sekitar pembangunan jembatan.

Menurutnya pernah suatu malam masyarakat terpaksa menghentikan para pekerja yang sedang memasang kerangka jembatan, karena hingga jam 11 malam para pekerja belum juga menghentikan pekerjaannya, padahal suara mereka memasang kerangka jembatan sangat bising.

“Sangat berisik, karena yang mereka pasang kan besi baja, jadi benturan antara besi dengan besi amat menggangu warga yang ingin beristirahat, padahal disekitar jembatan ini ada warga yang sakit, ada juga warga yang masih balita, dan kami semua butuh istirahat,” ujar Mamad menjelaskan.

Mamad pun mempertanyakan perihal izin lingkungan kegiatan pembangunan jembatan tersebut.

“Ada tidak izin lingkungannya?, karena kami masyarakat disekitar lokasi pembangunan jembatan ini tidak pernah diberitahu dan tidak pernah ada sosialsiasi kepada kami,” katanya penuh tanya.

Mamad menjelaskan telah banyak rumah warga yang retak-retak akibat getaran yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan jembatan.

“Banyak rumah warga yang retak-retak, efek dari getaran saat para pekerja memasang tiang pancang jembatan, silahkan cek rumah-rumah warga yang dibawah itu,” sambung nya sambil menunjukkan rumah warga yang beradada di dekat jembatan.

Lurah Menampung Keluhan Warga

Menanggapi banyaknya keluhan warga akan dampak dari pembangunan jembatan, Lurah Tanjung Agung Faisol Fahmi, S.Sos berinisiatif mengundang warga yang berada disekitaran proyek pembangunan jembatan PT. Semen Baturaja ke Kantor Lurah Tanjung Agung untuk didengarkan apa yang menjadi keluhan mereka.

Lurah Tanjung Agung saat berdialog dengan warga

“Jadi kita sebagai aparat pemerintah mencoba menampung aspirasi warga, kita ingin mendengar apa keluhan mereka, karena ada isu warga akan melakukan aksi demonstrasi terkait dampak pembangunan jembatan tersebut, oleh karena itulah hari ini (Senin, 22/10) kita kumpulkan mereka warga RT. 04 RW. 02,” ujar Faisol Fahmi.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua RW. 02 Tanjung Agung Hendri, Ketua RT.04 Peri, 5 orang perwakilan warga dan anggota Polsek Baturaja Barat, dalam pertemuan tersebut warga menyampaikan ketakutan mereka akan dampak, warga merasa terganggu dengan adanya pembangunan jembatan, polusi, dan kebisingan yang merupakan efek dari pembangunan jembatan tersebut.

Selain itu, warga takut ada pendangkalan sungai, tanah akan longsor dan minta sungai dibersihkan apabila pembangunan telah selesai.

Feri warga yang turut hadir dalam kesempatan pertemuan tersebut menjelaskan bahwa warga sudah sejak lama mengeluhkan ketidak pedulian pihak perusahaan terhadap lingkungan.

“Seharusnya pihak perusahaan segera tanggap akan kondisi keamanan, kenyamanan dan dampak polusi, warga telah lama terganggu dengan aktivitas pembangunan ini ” ujar Feri.

Secara garis besar yang menjadi tuntutan masyrakat Kel.Tanjung Agung adalah meminta dibangunkan Bronjong disekitar jembatan penyebrangan tersebut guna menghindari terjadinya abrasi, meminta adanya seterilisasi di aliran sungai ogan, meminta PT. AMKA dan PT. Semen Baturaja memperhatikan terjadinya kebisingan akibat adanya aktifitas disana, meminta pihak PT. AMKA dan PT. Semen Baturaja memperhatikan dampak polusi, Keamanan dan kenyamanan terhadap masyarkat disekitar pembangunan jembatan tersebut.

Menurut Lurah Tanjung Agung selanjutnya kan dilakukan mediasi antara warga dan PT. AMKA dan PT. Semen Baturaja yang difasilitasi Polres OKU guna mencari pemecahan permasalahan yang ada. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

nine + 10 =

Berita Populer