Panen kacang tanah dari lahan tidur Desa Pusar

Dukung Program Ketahanan Pangan Ditengah Pandemi Covid, BPD Desa Pusar Tanam Kacang Tanah Di Lahan Tidur Desa

OKU, beritakite.com – Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Desa Pusar Kacamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melakukan pemanfaatan lahan tidur untuk mendukung program ketahanan pangan di tengah wabah covid 19 yang tengah melanda saat ini.

Lahan tidur yang ada di desa tersebut dimanfaatkan oleh BPD bersama perangkat desa untuk menanam kacang tanah.

Setelah kurang lebih 4 bulan melakukan proses penanaman dan perawatan, ratusan kilogram kacang tanah dipanen dari lahan tidur seluas setengah hektar ini.

“Ya ini pertama kali kita panen kacang tanah, Alhamdulillah dari 5Kg bibit kacang yang kita tanam hasilnya mencapai ratusan Kg,” kata Ketua BPD Pusar Garsubi, Sabtu (12/9).

Dikatakan Garsubi hal ini adalah cara BPD dan perangkat Desa Pusar untuk mengajak masyarakat setempat memanfaatkan lahan tidur disamping kantor Kepala Desa Pusar yang selama ini terbengkalai.

“ Melihat lahan tidur yang hanya di tumbuhi semak belukar kemudian muncul ide dan inisiatif kita untuk memanfaatkannya dengan peralatan yang ada kita mencoba menanam kacang,” tuturnya.

Dikatakan Garsubi BPD dan Perangkat Desa Pusar akan terus melakukan inovasi untuk kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, kedepan pihaknya memprogramkan satu rumah 5 polibag untuk menanam cabai atau jenis tanaman lainnya.

“Sudah kita anggarkan, hasilnya untuk masyarakat, lumayan kalau satu polibag ditanam cabai satunya lagi ditanam tanman lain yang mengahsilkan. Minimal untuk konsumsi pribadi masyarakat,” imbuhnya.

Menurut Garsubi selain memanfaatkan lahan tidur, hal ini juga sebagai usaha pemerintah Desa untuk mendukung program ketahanan pangan di tengah wabah covid 19. Apa lagi lanjutnya saat ini banyak warganya yang terkena PHK masal imbas dari covid 19. “Sekarang sudah banyak masyarakat kita yang ikut memanfaatkan lahan tidur, bahkan kita juga bersama masyarakat telah merintis obyek wisata bukit katung yang terletak tidak jauh dari tempat penanaman kacang,” ungkapnya.

Garsubi berharap dengan program ini bisa meningkatkan ketahanan pangan serta memajukan perekonomian masyarakat.

“Kita akan terus berinovasi, minimal hasilnya bisa untuk mensejahterakan masyarakat itu sendiri,” harapnya. (bw).

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

14 + 11 =