Erza Saladin: 3 Hal Yang Harus Dimiliki Pemimpin

Ketua Umum DPW PKS Sumsel, Erza Saladin ST. 

Pagaralam, 12/3, Ketum DPW PKS Sumsel, Erza Saladin, menghadiri agenda kampanye Cawagub Sumsel yang diusung oleh PKS dan Gerindra di Pagaralam, yaitu Irwansyah. Pasangan yang kemudian dikenal dengan ASRI (aswari dan Irwansyah) pada hari senin lalu, mendapatkan jatah berkampanye di kota pegunungan tersebut. Terlihat selama aktifitas kampanye tersebut, beberapa ruas jalan dipenuhi oleh gambar pasangan tersebut sebagai pasangan nomor urut 2.

Agenda kampanye hari itu tersebar di beberapa titik. Setelah sarapan pagi bersama kader dan simpatisan paslon, Cawagub beserta rombongan yang dipimpin oleh Erza bergerak menuju pasar tradisional. Agenda blusukan ini menghadirkan kehebohan dikalangan warga yang tengah melakukan aktifitas jual-beli, sebab baru kali ini mereka disapa langsung oleh kandidat wakil gubernur.

Setelah blusukan, tim kemudian merapat ke beberapa Pondok Pesantren di kota tersebut guna bersilaturahim dengan para ulama di sana sembari meminta nasihat sehingga aktifitas politik cawagub diliputi keberkahan.

Menjelang pukul 11.00 wib, agenda berlanjut ke agenda temu kader dan simpatisan. Acara tersebut menampilkan Erza Saladin sebagai juru kampanye regional dari nomor urut 2. Dalam orasinya, Erza mencoba untuk meyakinkan para audiens bahwa Paslon ASRI ini adalah yang terbaik dari pada pasangan lainnya, sebab mereka adalah perpaduan antara dua kepala daerah terbaik pada masanya (Aswari adalah Bupati Lahat dua periode, dan Irwansyah adalah eks Walikota Pangkal Pinang). Artinya, kedua paslon ini yang paling mengerti, paling berpengalaman, dan paling memahami tentang aspek-aspek pengelolaan suatu pemerintahan secara efektif dan efisien.

“Bagi kita rakyat, setidaknya kita harus menyadari bahwa, memilih pemimpin itu adalah sebuah keputusan yang besar. Tidak boleh asal-asalan. Tidak boleh gegabah. Harus di cek betul riwayatnya bagaimana, dan harus di sadari betul apa konsekwensinya” ujar Erza dalam orasinya.

“Maka setidaknya, memilih pemimpin itu harus memperhatikan 3 hal: Mencerdaskan, Menyehatkan, dan Mendemokratiskan. Kita harus bertanya kepada hati kecil kita, apakah pemimpin yang akan kita pilih itu adalah pemimpin yang mampu mencerdaskan kita? Sehingga baik pemimpin dan warganya, menjadi berdaya dikarenakan memiliki kecerdasan tersebut” imbuh Erza.

“Kedua, dalam memilih pemimpin, kita harus memastikan pemimpin mampu menyehatkan kita, baik jasmani maupun ruhani. Raga yang sehat adalah pangkal progresifitas. Sementara jasmani yang sehat, adalah muara dari kejernihan jiwa” tambah Erza lagi.

“Dan aspek ketiga adalah, pemimpin itu apakah mampu mendemokratiskan warganya atau tidak. Jangan sampai, pemimpin yang kita pilih, adalah pemimpin yang anti kritik. Padahal kita sudah masuk ke rezim reformasi, maka, pastikan bahwa ruang kebebasan berpendapat, ruang diskusi dan berserikat, adalah hal dasar yang dijamin oleh pemimpin kita ke depan. Dan menurut saya, pasangan ASRI ini adalah yang paling mungkin merealisasikan semua aspek tersebut”. Tukas Erza.

Agenda yang dihadiri sekitar dua ratusan orang tersebut, ditutup dengan yel-yel Aswari dan Irwansyah yang kemudian disambut meriah oleh para kader dan simpatisannya. []

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

13 + 3 =

Berita Populer