Sarasehan KAMMI Sumsel-Babel

Gelar Sarasehan, KAMMI Sumsel-Babel Bangun Manifesto Gerakan KAMMI

LUBUK LINGGAU, beritakite.com – Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bangka Belitung memiliki potensi besar, baik secara Sumberdaya Manusia maupun  Sumberdaya Alam, sehingga membutuhkan generasi terbaik untuk menjaganya agar kebermanfaatannya benar-benar dapat dirasakan oleh semua elemen masyarakat Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, oleh karena itu KAMMI Sumsel-Babel memiliki hak dan tanggungjawab besar terhadap proses pembangunan kualitas SDM yang ada.

Merespon potensi besar yang dimiliki Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung itu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Se-SUMSEL-BABEL menggelar Saresehan Bidang Pembinaan Kader (BPK) yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah KAMMI Sumatera Selatan diselenggarakan di Bandiklat Musi Rawas Kota Lubuklinggau (21-23/6), dengan Tema “Mari Bersama Menjaga Nafas Gerakan KAMMI”.

Saresehan yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah KAMMI Sumsel Bidang Pembinaan Kader (BPK) periode kepengurusan 2018-2020, di ikuti oleh perwakilan 10 Komisariat dari 14  Komisariat yang telah di rekomendasikan dari empat Pengurus Daerah KAMMI di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Ketua Umum Pengurus Daerah KAMMI Silampari periode 2018-2021 Regy Yasika, SE mengungkapkan, bahwa dengan dilaksanakannya agenda saresehan KAMMI Se-SUMSEL-Babel adalah untuk kembali menghidupkan semangat perbaikan dan membangun sebuah manifesto gerakan KAMMI.

 Alhamdulillah kegiatan saresehan BPK Pengurus Wilayah KAMMI Sumsel-Babel berjalan dengan lancar, suatu kebanggan KAMMI Silampari dipercaya menjadi tuan rumah, saresehan ini dihadiri oleh beberapa kader perwakilan PD Se-Sumsel-Babel. Kami berharap dengan pertemuan ini semua kader berpartisipasi memberikan gagasan gagasan-gagasan terbaiknya demi kemajuan KAMMI Kedepan, juga mampu menyamakan suhu terkait pelaksanaan pengkaderan di daerah maupun komisariat. Kita berharap program ini terus berjalan dan outputnya terevaluasi dengan baik,ujar Regy Yasika, SE.

Sementara itu Ketua BPK PW KAMMI Sumsel-Babel periode 2018-2020 Imam Syafe’I, S.Pd.I. menyatakan bahwa Menjelang penerimaan mahasiswa baru, seluruh Pengurus Daerah dan Pengurus Komisariat untuk satu frame dalam proses dan alur perekrutan dengan tidak mengesampingkan kondisi masing-masing Daerah.

Kita Sama-sama fokus dalam menjaga agar kualitas proses kaderisasi di Sumatera Selatan tetap terjaga dengan baik, tetap semangat dalam mnjalankan roda kaderisasi agar nafas gerakan KAMMI di Sumsel tetap hidup. Jangan sampi ditangan generasi sekarang proses pengkaderan KAMMI mengalami degradasi “ kata Imam Syafe’i.

Riski Ferli, SH Ketua Umum Pengurus Daerah Ogan 2017-2019 menambahkan bahwa saresehan juga bukan hanya sekedar membangun sebuah manifesto gerakan pola kaderisasi namun juga sebagai bentuk momentum menjalin silaturahim BPK KAMMI Se-Sumsel-Babel dan sebagai sarana mempererat ukhuwah islamiyah kader KAMMI Sumsel-Babel, dan harapannya dengan terlaksanannya kegiatan ini dapat menghasilkan formulasi dalam menjaga nafas gerakan KAMMI agar dapat berperan aktif dalam perannanya untuk kebermanfaatannya bagi mahasiswa dan masyarakat.

Kebermanfaatan yang dimaksud guna menghasilkan generasi intelektual yang mampu berperan dalam menyelesaikan permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat secara nasional.

Terpisah Kepala Departemen Kaderisasi dan Pemandu PW Sumsel-Babel Periode 2018-2020 Esi Luthfiana, S.Pd, menyampaikan bahwa saresehan ini diharapkan dapat menghadirkan menyamakan suhu terkait pelaksanaan pengkaderan di Sumsel-Babel, mengevaluasi kinerja pelaksana pengkaderan di daerah maupun komisariat, dan sebagai bentuk ikhtiar BPK Pengurus Wilayah KAMMI Sumsel-Babel dalam menyiapkan regenerasi untuk melanjutkan estafet gerakan sebelum dilaksanakan Musyawarah Wilayah akhir tahun ini.

Hal senada disampaikan Yuniarti, S.Pd Presiden Korp Instruktur Wilayah Sumsel Babel 2018-2020 “Sarasehan ini untuk menyamakan frame sebagai fasilitator pengkader di seluruh wilayah Sumsel-Babel, menyatukan semangat mengkader, mengupgrade azzam instruktur sebagai pelayan ummat” ujar aktifis perempuan tersebut. (rls)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

nine − eight =

Berita Populer