Gubernur Tolak Tambang Batubara di Batumarta, PT. SAD Tarik Alat Berat Dari Lokasi Tambang

Baturaja, beritakite.com – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan bahwa Pemprov Sumsel akan mencabut izin tambang milik PT. Selo Argodedali di Desa Batuwinangun Kecamatan Lubuk Raja.

Hal tersebut disampaikan Herman Deru pada Kamis (17/01/2019) saat menghadiri acara syukuran dan silaturahim bersama masyarakat se Batumarta Raya dalam rangka syukuran Kemenagan pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya dalam Pilkada Serentak 2018 di Kediaman Irsan Yuliadi Audi di Desa Batuwinangun Kecamatan Lubuk Raja OKU.

Dalam kesempatan tersebut H Herman Deru menegaskan bahwa dirinya sudah menerima laporan secara langsung dari Irsan Audi selaku perwakilan masyarakat. Untuk itu diri ya sudah memanggil kepala Dinas Pertambangan Provinsi Sumsel.

“Kalau masalah tambang Batubara, saya sudah panggil Kadin Pertambangan. Pokoknya kita tolak tambang batubara, memang izin mereka dari pusat, akan tetapi harus ada izin dari masyarakat sekitar yang harus dipenuhi,” ungkap Herman Deru.

Menurut Herman Deru keberadaan sebuah tambang batubara harus atas persetujuan masyarakat dan tidak mengganggu masyarakat.

Tak sampai 24 jam pasca pernyataan Gubernur Sumsel tersebut, pihak PT. Selo Argodedali pada Jumat (18/01/2019) siang mengeluarkan 2 unit alat berat milik mereka yang ada di lokasi tambang di Desa Batuwinangun Kecamatan Lubuk Raja.

Berdasarkan informasi yang di himpun beritakite.com sempat ada penolakan warga atas kegiatan pengeluaran alat berat yang dilakukan oleh PT. Selo Argodedali itu.

Menurut warga penolakan mereka akan aktifitas pengeluaran alat tersebut karena saat ini permasalahan tambang batubara sedang dalam proses di ranah hukum, dan juga menurut warga PT. Selo Argodedali saat mengeluarkan alat beratnya telah merusak portal yang mereka pasang dilahan milik masyarakat.

Selain itu warga menuturkan bahwa pihak PT. Selo Argodedali pada saat memasukkan alat ke lokasi tambang tidak pernah meminta izin kepada warga.

Elvis Humas PT. Selo Argodedali saat dimintai konfirmasi terkait pengeluaran alat berat tersebut hanya menjawab singkat.

“No comen pak, kalau ada petunjuk selanjutnya (dari perusahan -red) akan saya sampaikan” ujar Elvis.

Sementara itu salah satu perwakilan warga Irsan Yuliadi Audi menjelaskan bahwa dirinya tidak dalam kapasitas mengizinkan atau menolak PT. Selo Argodedali mengeluarkan alat berat mereka lewat lahan warga.

“Saya tidak dalam kapasitas itu, karena saya bukan pemilik tanah, pemilik lahan ada 6 orang, dan mereka sudah menguasakan segala sesuatunya kepada kusa hukum mereka” kata Irsan.

Irsan melanjutkan bahwa dirinya bersama masyarakat hanya menyaksikan bahwa oknum PT. Selo Argodedali telah merusak portal yang di pasang warga untuk mengeluarkan alat berat mereka.

“Selanjutnya karena warga telah menyerahkan kepada kuasa hukum, maka kuasa hukum yang akan melakukan langkah-langkah yang patut dilakukan terkait dugaan pelanggaran hukum yang telah dilakukan oknum PT. Selo Argodedali pada saat mengeluarkan alat berat mereka” pungkas Irsan. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

18 − 3 =