Harga Telur Naik Efek Piala Dunia, Kepala Disperindag OKU Beda Pendapat dengan Menteri Perdagangan

Baturaja, beritakite.com – Dalam sepekan terakhir, harga telur di Kota Baturaja mengalami lonjakan lumayan tinggi di pasaran. Kenaikan harga telur ini dikeluhkan pedagang dan konsumen. Terhitung sejak Jumat pekan lalu, harga telur ayam di pasar sudah mengalami kenaikan. Di Pasar Baru Baturaja, misalnya, harga telur ayam tembus hingga Rp 26.000 per kilogram, bahkan ada yang menjual hingga 28.000 per kilogram. Salah seorang pedagang di Pasar Baru, Budi menyebutkan bahwa kenaikan harga hingga Rp 28.000 tersebut terjadi sekitar satu pekan terakhir .

“Pas puaso kemarin sekitar Rp 21.000 sampai Rp 24.000 (per kilogram), terus pas habis Lebaran baru mulai naik dari Rp 25.000 sampai sekarang Rp 26.000 dan ado yang njual Rp 28.000, susah kami kalau harga telur mahal cak ini, pembeli jadi sepi” ujar Budi kepada beritakite.com pada Jumat (20/7).

Hal sama disampikan Murdiyani seorang ibu rumah tangga yang merasa terbebani mahalnya harga telur di pasaran

“Mahal nian sekarang harga telur kak, aku tadi mbeli Rp. 26.000 padahal biasanya paling mahal Rp. 21.000, semakin besar pengeluaran kami kalau harga telur mahal seperti ini” keluh Murdi

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ogan Komering Ulu Darmawan Irianto, S.Sos., MM menyatakan tak sependapat dengan pernyataan Menteri Perdagangan Enggartriasto Lukita yang menyatakan bahwa harga telur melonjak karena efek piala dunia, menurut Darmawan melonjaknya harga telur bisa jadi karena semakin berkurangnya peternak ayam petelur, mahalnya harga pakan ternak atau melonjaknya nilai tukar kurs dolar Amerika.

“Saya rasa tidaklah kalau efek piala dunia, mungkin pak Menteri Perdagangan hanya bergurau, saya rasa kenaikan harga telur bisa jadi disebabkan berkurangnya peternak ayam petelur, mahalnya harga pakan dan mungkin juga efek dolar (Amerika) yang terus naik” ujar Darmawan ketika ditemui wartawan di ruang dinasnya pada hari kamis (19/7) kemarin.

“Yang pasti kami telah membuat laporan ke Dinas Provinsi dan Kementerian Perdagangan terkait lonjakan harga telur di Kabupeten OKU ini, semoga segera ada tindak lanjut dari pemerintah untuk menstabilkan harga telur ini” Sambung Darmawan.

Sebelumnya netizen di Indonesia dihebohkan pernyataan Menteri Perdagangan Enggartriasto Lukita yang menyatakan bahwa kekenaikan harga telur adalah efek piala dunia.

Sebagaimana dilansir dari laman viva.co.id Menteri Perdagangan, Enggartriasto Lukita, mengonfirmasi bahwa memang ada kaitan langsung antara Piala Dunia dengan kenaikan harga telur, terutama yang untuk konsumsi rumah tangga. Selama gelaran sepakbola dunia itu, permintaan telur memang meningkat, sebagai makanan instan untuk menemani bergadang sambil menonton sepakbola.

“Karena tengah malam itu (makan) nasgor (nasi goreng) pakai telor; internet, Indomie telur, dan kornet, pakai telur juga. Saya dulu pernah menyelinap, ada fresh telur langsung kita ambil bikin nasgor,” kata Enggar di Jakarta pada Senin 16 Juli 2018. (BW)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

3 + two =