Hari Pertama Bertugas, Kalapas Sekayu Ajak Petugas Harus Solid dan Sinergy

Sekayu, Beritakite.com – Kepala Lapas Kelas IIB Sekayu, Jhonny H Gultom langsung mengumpulkan seluruh jajaran dihari pertama melaksanakan tugas terkait pemberitaan beberapa media online dan Harian Murexs (Muratara Ekspos) yang terbit pada 07 Juni 2020 dan 08 Juni 2020 tentang pemberitaan dengan judul “Disinyalir Ada Pungli dan Kekerasan di Lapas Klas IIB Sekayu”. Selain itu kegiatan ini juga menjadi ajang perkenalan Jhonny serta menyamakan persepsi dan menjalin sinergitas antar jajaran.

Dalam pertemuan tersebut dengan tegas Kepala Lapas menginstruksikan agar seluruh petugas untuk bina keharmonisan dan sinergitas, akan melakukan langkah-langkah pembenahan internal, evaluasi, dan penegakkan disiplin sesuai peraturan perundang-undangan apabila ada oknum yang mencoreng nama baik Lapas Sekayu.

“Sinergitas dan komunikasi merupakan kunci keberhasilan suatu organisasi, selain itu reward dan juga punishment untuk memelihara suasana kerja dalam rel yang semestinya”
Selain langkah pembenahan, evaluasi dan punishment ini juga merupakan upaya dalam mewujudkan Lapas Sekayu meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di tahun 2020 ini. Oleh karena itu, guna mewujudkan hal tersebut, pihaknya siap berkomitmen, menjaga integritas dan utamanya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Ya, kita harus ada gebrakan untuk menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), komitmen terutama, pelayanan kepada masyarakat luas maupun Warga Binaan, jangan kita lengah” katanya

Lebih lanjut Jhonny menyampaikan bahwa beberapa program dalam upaya peningkatan pelayanan seperti, mulai membuka layanan penitipan barang yang semula kita tutup karena dampak COVID-19, mulai hari ini (Rabu, 17 Juni 2020) dibuka kembali, dangan protokol kesehatan yang ketat.

“Dalam semua pelayanan nantinya, petugas kita juga harus ramah, senyum dan memberikan layanan secara baik, bila ada pungutan juga laporkan dan akan kita sanksi,” tegasnya.
Terkait, adanya kekerasan di dalam Lapas, Jhonny mengutarakan, sesuai filosofi lembaga pemasyarakatan yang bertujuan membina para narapidana agar siap kembali ke masyarakat, maka pihaknya akan mengedepankan sifat persuasif dan humanis sehingga pandangan masyarakat akan berubah bila ada di dalam Lapas.

“Bila ada kekerasan maka sanksi tegas diberikan sesuai undang-undang yang ada. Makanya, kita terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga, ” tandasnya.
Di akhir pertemuan ini, Jhonny melaksanakan test urine kepada seluruh petugas dan juga Warga Binaan yang bekerja sama dengan Puskes Balai Agung, dan hasilmya dinyatakan negatif semua. (*)

Tidak Ada Komentar

Berita Populer