Cooking Class IIKSB Site Baturaja

IIKSB Site Baturaja Gelar Cooking Class Setiap Bulan

Baturaja, beritakite.com – Ikatan Isteri Karyawan Semen Baturaja (IIKSB) adalah organisasi bagi istri karyawan PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk, organisasi tersebut merupakan wadah bagi para isteri karyawan PT. Semen Baturaja untuk merealisasikan gagasan/ide dan mengaktualisasikan diri mereka dalam bentuk karya-karya yang bermanfaat baik bagi diri mereka, keluarga dan masyarakat.

Di pabrik Baturaja Ikatan Isteri Karyawan Semen Baturaja (IIKSB) Site Baturaja berupaya merealisasikan gagasan/ide melalui program kerja yang bermanfaat , salah satu program kerja IIKSB Site Baturaja untuk memberikan manfaat bagi isteri karyawan PT. Semen Baturaja dan Masyarakat adalah kegiatan Cooking class yang merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan.

Nur Aziza Ketua IIKSB Site Baturaja Periode tahun 2018-2020 didampingi Ketua Bidang Ekonomi Yulia Nora saat diwawancarai beritakite.com dalam kegiatan cooking class di Sekretariat IIKSB Site Baturaja di Komplek PT. Semen Baturaja pada Ahad (18/11/2018) menjelaskan bahwa kegiatan cooking class ini merupakan program kerja dari Bidang Ekonomi IIKSB Site Baturaja.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan memasak bagi anggota IIKSB dan masyarakat yang tergabung dalam cooking class ini, dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi anggota, dalam artian dengan ilmu yang mereka peroleh dapat mereka aplikasikan untuk memasak dirumah terutama untuk keluarga dan anak-anak, selain itu harapan kami mereka bisa membuka usaha dan mendapatkan income sendiri” jelas Nur Azizah.

Nur Aziza (gaun merah) Katua IIKSB Site Baturaja saat menyaksikan cooking class

Menurut Nur Aziza kegiatan cooking class tersebut tidak hanya diikuti oleh isteri karyawan Semen Baturaja saja, namun juga terbuka bagi seluruh lapisan masyarak.

“Anggota cooking class saat ini telah lebih dari 100 orang, dan tidak hanya terbatas isteri karyawan PT. Semen Baturaja saja, namun juga seluruh masyarakat umum, bahkan anggota kita ada yang berasal dari Kota Muara Dua Kabupaten OKU Selatan dan Kota Martapura Kabupaten OKU Timur” sambungnya.

Saat disinggung terkait berapa biaya yang mesti dikeluarkan peserta cooking class menurut Nur Aziza biayanya terkategori sangat murah.

“Untuk biaya tergantung temanya, yang jelas sangat murah dan pasti lebih murah dibandingkan ditempat lain, rata-rata biayanya Rp. 100.000-150.000, dengan biaya tersebut peserta tinggal datang ikut kegiatan, dan nanti saat pulang mereka juga bisa membawa pulang hasil masakan, murahnya biaya tersebut karena kita mendapat susidi dari kantor (PT. Semen Baturaja-red)” ujarnya.

Sementara itu Ketua Bidang Ekonomi IIKSB Site Baturaja Yulia Nora memaparkan bahwa kegiatan cooking class tersebut sudah dilaksanakan lebih kurang 1 tahun.

“Kegiatan ini telah berjalan kurang lebih 1 tahun, dan rutin kita laksanakan setiap bulan, dalam setiap kegiatan kita menghadirkan instruktur yang telah berpengalaman di bidang kuliner, ” paparnya.

Nasi minyak tema cooking class IIKSB bulan November

Setiap bulan tema masakan maskan yang diajarkan di cooking class berbeda-beda, tema masakan setiap pertemuan bisa merupakan permintaan dari anggota, untuk bulan November ini temanya nasi minyak, tema ini diminta oleh anggota karena biasanya jika ada kegiatan hajatan di rumah nasi minyak ini sering dihidangkan, sehingga anggota merasa perlu untuk mengetahui resep dan cara membuatnya.

Yulia Nora menjelaskan bahwa sebenarnya tujuan awal cooking class adalah untuk memberdayakan anggota IIKSB, namun ternyata dari masyarakat umum banyak peminatnya, banyak masyarakat yang ingin memulai usaha atau baru mulai usaha kuliner kalau mau kursus di Palembang mahal, dan di Baturaja belum ada, hal itulah yang mendasari akhirnya cooking class dibuka juga untuk umum. Tidak ada syarat khusus untuk menjadi anggota cooking class, siapapun boleh menjadi anggota.

“Kita ada grup WhatsApp dan facebook siapapun yang pernah ikut cooking class kita masukkan ke grup, biasanya yang pernah ikut akan mengajak kawan-kawannya, saat ini untuk peserta yang ikut cooking class kita batasi 20 orang karena keterbatasan tempat, kalau peminatnya banyak kita buka satu bulan 2 kali“ ujarnya.

Saat ini menurut Ibu yang akrab disapa Nora tersebut telah ada beberapa anggota cooking class yang mulai membuka usaha berbekal ilmu kuliner yang mereka dapat dari kegiatan cooking class.

“Sudah ada 6-7 orang anggota kita yang saat ini telah memulai usaha kuliner antara lain usaha kue, empek-empek dan juga kuliner lainnya, rata-rata dijual secara online” tegasnya.

Ketua Bidang Ekonomi IIKSB dan Istruktur berpoto bersama peserta cooking class

Leli Instruktur cooking class yang juga menjabat sebagai Bendahara IIKSB Site Baturaja menjelaskan bahwa peserta cooking class tidak hanya dibekali teori namun juga mereka langsung praktek memasak.

“Peserta tidak hanya kita ajarkan teori, namun mereka juga langsung praktek memasak, agar mereka lebih memahami apa yang kita pelajari, mereka juga kita bekali resep, agar nanti dirumah bisa dipraktekkan ulang, dah hasilnya kita sharing di grup, kalau ada yang gagal sama-sama kita bahas digrup dan kita berikan solusinya” ujarnya ahli kuliner yang pekan depan akan mewakili Kabupaten OKU dalam lomba memasak ikan tingkat nasional di Palembang tersebut .

Sri Hartati salah satu peserta cooking class menceritakan bahwa dirinya setiap bulan rutin mengikuti kegiatan tersebut dan mendapatkan banyak manfaat dari mengikuti kegiatan itu.

“Disini saya menambah ilmu dan mendalami ilmu agar makanan yang kita buat lebih enak, seperti memasak nasi minyak ini, kita jadi tahu trik bagaimana memasak keripik kentang untuk nasi minyak ini menjadi tetap garing” ujarnya singkat. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

four × 3 =