Inilah Potensi Wisata Kikim Area yang Belum Dikelola

Kikim Area, beritakite.com – Kikim Area terdiri dari lima kecamatan yaitu Kikim Timur, Kikim Selatan, Kikim Tengah, Kikim Barat dan Pseksu (Penjalang Suku Empayang Kikim Saling Ulu). Kikim Area cukup terkenal dengan budayanya yang khas. Seperti tari erai-erai dan tari gegerit yang berasal dari Kikim. Mayoritas masyarakat Kikim Area berprofesi sebagai petani karet, durian, kopi, sawit dan sayur-sayuran. Oleh karena itu tidak heran ketika musim durian tiba, maka durian di Kabupaten Lahat bahkan di Sumatera Selatan akan dibanjiri oleh durian Kikim yang terkenal manis, lunak dan tebal daging buahnya. Durian yang paling dicari di Kikim adalah durian Tembaga dan durian Susu.

Didunia kuliner, Kikim juga memiliki berbagai olahan khas. Seperti berbagai olahan dari tempoyak; ada tempoyak matah, tempoyak goreng, pendap, pendap huas dan gulai tempoyak. Kemudian ada bubuw, yaitu makanan yang ada di Kikim ketika musim sedekah ruwah tiba. Apabila sedekah ruwah, menjadi adat masyarakat Kikim untuk menghidangkan makanan satu ini dengan kuahnya yang terbuat dari santan dan durian. Selain itu, ada juga tehung klutuk, tebu teluw, sambal sangsile itam, dan lain-lain.

Kikim juga terkenal dengan adat bekarang. Yaitu sungai yang disebut ayek larangan. Selama satu tahun, sungai itu tidak boleh diambil ikannya. Masyarakat biasa memanen ikan sungai itu setahun sekali beramai-ramai menjelang musim hari raya idul adha. Tradisi ini masih dilestarikan di Desa Gunung Kerto, Pangi, Gunung Kembang.

Berbicara tentang potensi wisata. Kikim memiliki banyak sekali potensi. Misalnya di Desa Sukajadi Kecamatan Pseksu Kabupaten Lahat. Disana terdapat goa-goa yang menarik. Menurut Noply pemuda Desa Sukajadi, banyak mahasiswa dari berbagai kampus yang telah mengeksplore goa-goa disini. Keperluannya adalah untuk pemetaan. Memang menurut Noply, kekurangan goa-goa ini adalah diakses jalannya. Kita memerlukan waktu lebih kurang tiga jam perjalanan untuk menuju goa. Meskipun ada juga goa yang tidak sejauh ini letaknya dari desa, tapi beberapa goa itu kurang save jika untuk dituruni oleh masyarakat biasa. Harus orang-orang ahli untuk menuruninya seperti mahasiswa pecinta alam. Menurut Noply juga, “ada satu goa di Sukajadi yang bibirnya seperti sumur sedalam seratus meter. Kita harus menuruninya dengan tali dan itupun harus ahlinya, ” ungkap Noply (29th).

Sukajadi juga memiliki air terjun. Diantaranya air terjun cuhup ngembus. Keistimewaan cuhup ini adalah airnya bersih, jernih sehingga aman untuk langsung dikonsumsi sebelum dimasak. Air terjun ini terletak di dekat salah satu goa yaitu goa suruman besak. Jadi, pendaki bisa menjadikan tempat cuhup ngembus ini sebagai tempat istirahat mandi, makan dan minum.

Lain lagi goa suruman besak. Goa ini sangat aman untuk dimasuki. Karena bibir goanya hanya berada pada kemiringan 3o derajat. Di dalamnya kita bisa menjumpai banyak sekali pemandangan indah seperti batu-batu tajam di atas langit-langit goa. Hanya saja, goa ini sedikit rusak karena ulah jahil masyarakat yang masuk ke goa ini kemudian membuat tulisan di dinding goa. Di tulisan itu bahkan ada yang menulis tahun 1990-an. Artinya, masyarakat sudah banyak datang kesini dengan perjalanan 3 jam jalan kaki melewati medan naik turun bukit dan menyeberangi sungai. Selain itu, Sukajadi masih memiliki potensi airterjun lainnya yang sangat sulit untuk dijelaskan ini disini.

Ini baru di Desa Sukajadi. Kikim diketahui memiliki potensi wisata ini di Desa Batu Niding Kecamatan Pseksu, Desa Pagar Jati  dan Desa Pulau Beringin Kecamatan Kikim Selatan. Masing-masing desa ini memiliki air terjun yang indah dan banyak. Khususnya di Pagarjati mencapai enam air terjun. Kemudian di Desa Pulau Beringin juga terdapat air terjun tujuh tingkat yang panjang dan tinggi, disini juga terdapat goa sama halnya dengan di Desa Sukajadi. (Yanuar) Berikut foto-foto potensi wisata Kikim Area :

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

14 − 14 =

Berita Populer

Berita Sumsel

iklan kpu