Kasi Intel Kejari OKU, Abu Nawas, SH., dalam Program Jaksa Masuk Kampus di AKMI Baturaja

Jaksa Masuk Kampus, Kasi Intel Kejari OKU : Mahasiswa Harus Faham UU ITE

OKU, beritakite.com – Mahasiswa harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan juga wajib memahami UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana telah diubah dengan UU No.19 tahun 2016 utamanya pasal 27, 28 dan 29.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri OKU OKU Bayu Paramesti, SH., melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (OKU) Abu Nawas, SH., saat menyampaikan penyuluhan hukum dalam program Jaksa Masuk Kampus di Akademi Komputer Manajemen Informatika (AKMI) Baturaja, Rabu (4/9/2019).

“Mahasiswa agar berhati-hati menggunakan media sosial (medsos), dilarang menyebar, mendistribusikan hal-hal yang kita belum tahu pasti kebenaran berita tersebut,” kata Abu Nawas.

Menurut Kasi Intel dalam Pasal 27 dijelaskan bahwa UU ITE ini bukan hanya menjerat pelaku pembuatnya tetapi juga mereka yang mendistribusikan, mentransmisikan, dan atau membuat konten tersebut dapat diakses secara elektronik.

Peserta penyuluhan hukum Jaksa Masuk Kampus di AKMI Baturaja

Selain menjelaskan tentang UU ITE, Kasi Intel Kejari OKU juga menjelaskan tentang tugas Kejaksaan sesuai dengan amanat UU Nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan.

“Pasal 30 UU Nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan, menjelaskan bahwa di bidang pidana Kejaksaan mempunyai tugas dan wewenang antara lain melakukan penuntutan; melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat, putusan pidana pengawasan, dan keputusan lepas bersyarat; melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang‑undang; melengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik,” jelas Abu Nawas, SH.

Abu Nawas juga menjelaskan bahwa selain dalam bidang pidana, dalam pasal 30 ayat 2 dan ayat 3 UU Kejaksaan juga mempunyai tugas dan wewenang di bidang perdata dan tata usaha negara serta dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum.

Dalam kesempatan tersebut Kasi Intel juga menyampaikan tentang UU No. 31 tahun 1999 junto UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Piana Korupsi (Tipikor).

“Mahasiswa wajib mengenal undang-undang Tipikor agar dapat turut serta mencegah terjadinya tindak pidana korupsi,” tegas Abu Nawas.

Foto bersama Kasi Intel Kejari OKU bersama civitas akademika AKMI Baturaja

Tak lupa dalam kesempatan penyuluhan hukum tersebut Abu Nawas juga menyampaikan materi mengenai bahaya narkoba melalui penyampaian materi UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Mahsiswa sebagai generasi penerus bangsa wajib ikut membrantas narkotika mulai dari diri sendiri, keluarga, kampus dan sekitar tempat tinggal, karena narkoba merusak tantanan kehidupan,” ujar Abu Nawas.

Hadir dalam kegiatan penyuluhan hukum yang diikuti 250 mahasiswa AKMI tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bayu Pramesti, SH., yang diwakili Kasi Intelijen Abu Nawas, SH., Pudir 3 AKMI Rusdi M.Kom., Humas AKMI M.As’ad, S.Ag., dan Kepala Inspektorat Kab. OKU yang diwakili Elma Pirus. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

7 + 14 =