Jalan Tiga Kecamatan Di Semendo Rawan Anjlok

Salah satu mobil truk yang terperosok akibat kondisi jalan rawan longsor dan tergenang air

Salah satu mobil truk yang terperosok akibat kondisi jalan rawan longsor dan tergenang air

\r\n\r\nHB, SEMENDO – Kondisi alam dengan perbukitan, curah hujan tinggi, hulu sungai dan banyak hutan kawasan lindung ditambah jalan sempit, berliku dan tidak miliki drainase mendorong jalur Pulau Panggung, Kecamatan Semende Darat Laut, menuju Kecamatan Semendo Darat Tengah dan Semendo Darat Ulu, sepanjang 35 kilometer, cukup rawan longsor dan anjlok.\r\n\r\nPasalnya, puluhan titik jalan di mulai dari Kecamatan Semende Darat Laut, dan jalan Desa/Kecamatan Kabupaten mengalami retakan dan ajlok sedalam 10 cm sampai 15 cm. Akibatnya, sejumlah kendaraan milik masyarakat terpaksa melitas untuk sementara terpaksa menyiapkan mobil derek.\r\nUsaha tersebut dilakukan agar kendaraan mereka bisa ditarik ketika terperosok bila melintas bersamaan karena jalan sempit. Keadaan ini membuat masyarakat pemilik kendaraan kalau pas melintas bersamaan apalagi pemilik mobol truk panik, terlebih intensitas hujan belakangan ini cukup tinggi.\r\n“Setelah hujan turun beberapa bulan ini sejumlah titik jalan alami anjlok beberapa retak dan tergenang air hujan,” ungkap salah satu warga Pulau Panggung, Irwan, (37), Senin (25/10).\r\nUntuk mencegah agar jalan tak cepat rusak akibat tanah anjlok, kata Irwan, mayoritas masyarakat terpaksa menyiapkan tali derek dan menimbun jalan yang berlumpur memakai material seadanya berupa batu dan kayu. Cara sederhana ini dilakukan warga, karena khawatir kerusakan makin para dan longsor besar.\r\n“Setiap mobol, yang mengalami anjlok terperangkap dan terpaksa menhnggu bantuan datang,” terangnya.\r\nIa mengakui pasca meningkatnya curah hujan di Kabupaten Muaea Enim, tingkat kerusakan jalan yang retak-retak dan anjlok terus meningkat di Desa Aremantai, Segamit, Pulau Panggung. Kini, mayoritas jalan senpang perumahan mereka mengalami pergeseran hingga beberapa sentimeter.\r\nYang sangat memprihatikan sejumlah ruas jalan yang mengalami anjlok, posisinya berasa disekitar bangunan rumah bisa pengaruhi kemiringan dan terancam roboh. “Semua jalan yang berasa tanahnya anjlok terancam longsor,” akunya.\r\nUntuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta dapat mengancam keselamatan masyarakat, setiap tiba hujan yang besar warga terpaksa membuat salura agar kerusakan jalan makin parah.\r\nSementara itu, ditambahkan Hafiz pemerintah setempat termasuk semua perangkat kecamatan setempat sudah mengecek ke lapangan serta sudah memberikan imbauan kepada masyarakat setempat untuk selalu berhati-hati dan waspada ketika turun hujan yang lebat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.\r\n“Pemerintah setempat sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat untuk selalu waspada, terutama pemilik kendaraan,” terang Hafiz. (mkh)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

3 × five =