Jembatan Lematang Mendesak Dibangun Merupakan Jalur Evakuasi Bencana

Jembatan Lematang Mendesak Dibangun Merupakan Jalur Evakuasi Bencana

Kabid Bina Marga Dinas PU Kota Pagaralam Ardiansyah ST

Kabid Bina Marga Dinas PU Kota Pagaralam Ardiansyah ST

\r\n\r\nHB, Pagaralam – Pemerintah pusat harus memprioritaskan membangun Jembatan Layang Lematang yang menghubungkan Dusun Pelangkenidai, Kecamatan Dempo Tengah, dengan Dusun Perahudipo, Kecamatan Dempo Selatan, sepanjang 1,2 kilometer, karena merupakan kelancaran jalur evakuasi bencana dan pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.\r\nHal ini diungkapkan Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) H Ardiansyah ST, kemarin.\r\nIa mengatakan, pembangunan jembatan Lematang mendesak dilakukan karena kebutuhan dan memang salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.\r\n”Beda dengan jembatan hanya bersifat penunjang wisata atau kemacetan tapi kalau ini jembatan jalur evakuasi,” kata dia.\r\nIa mengatakan, kendala pembangunan hanya persoalan defisit anggaran, sehingga Kementrian Keuangan masih mempertimbangkan kalanjutanya.\r\nPadahal, kata Adi, tim ahli pemetaan sudah melakukan pemasangan patok titik awal pembangunan jembatan tersebut, termasuk tinggal tunggu proses lelang karena semua persyatan sudah lengkap.\r\n”Tim ahli kementrian Pekerjaa Umum Republik Indonesia (RI), sudah melakukan pemasangan empat titik patok batas lahan yang akan menjadi titik awal jalur jembatan yang dibangun sepanjang 300 meter dengan lebar sekitar 30 meter,” ujar dia.\r\nKepala Dinas PU Kota Pagaralam, Haryadi Razak mengatakan, pembangunan jembatan layang tertinggi di Sumsel tersebut persyaratan pokok sudah selesai semua berupa, penyelesaian FS, Analisis dampak lingkungan (Amdal) termasuk DED.\r\n“Jembatan ini panjangnya mencapai 1,2 kilometer dengan lebar sekitar 30 meter, hanya tinggal pembangunan fisik jembatan saja dengan dana sekitar Rp 350 juta, semunya dianggarkan melalui APBN,” kata Haryadi. (and)\r\n

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

15 + 9 =