Kapolres Pagaralam Fasilitasi Ganti Wajar Pembebasan Lahan Irigasi Jokoh

Kapolres Kota Pagaralam AKBP Pambudi SIK

Kapolres Kota Pagaralam AKBP Pambudi SIK

\r\n\r\nHB, PAGARALAM – Gonjang ganjing soal pembbasan lahan diperuntukan membangun saluran sekunder irigasi bendungan Sungai Lematang, Dusun Semidang Alas Kelurahan Joko Kecamatan Dempo Tengah, mulai mendapat titik temu atau jalan keluar. Hal ini terjadi setelah dilakukam mediasi dan musyawarah yang difasilitasi Kapolres Kota Pagaralam AKBP Pambudi SIK, untuk pembebasan lahan bukan ganti tetap rugi tapi “Ganti Wajar”.\r\n”Selama ini saya amati masih terjadi tarik ulur soal pembebasan lahan untuk pembangunan irigasi bendungan Sungai Lematang, atara pemerintah kota dan warga pemilik lahan,” kata dia.\r\nNamun, kata kapolres, cukup sederhana penyelesainga, pemerintah diminta untuk mengati wajar terhadap lahan warga yang terkena jaringan irigasi ini.\r\n”Berdasarkan hasil hitungan tim emparsial harga ganti rugi Rp5.000/m2 namun warga minta jadi Rp 7.400/m2 dan sudah ditetapkan, tinggal instandi terkait menindaklanjutinya,” kata dia.\r\nDia mengatakan, namun perlu diperhatikan kepemilikan lahan agar jangan tumpang tindih, jadi pemilik lahan atau ahli waris harus menyaksikan semua proses ganti wajar itu.\r\n”Kalau semua sudah tandatangan, tidak akan ada lagi yang berani nuntut dikemudian hari,” kata dia.\r\nSaya tegadkan dengan warga ganti warjar yang sesuai dengan aturan maksimal Rp7.400/ m2, lebih dari itu sudah ada unsur pidana korupsi. Jadia pemerintah tidak bisa ganti lebih dari itu warga juga jangan menuntut berlebihan kalau tidak ingin melanggar aturan dan bebenturan dengan hukum, kata dia lagi.\r\nIa mengatakan, setelah dijelaskan dengan terbuka dan gamblang warga jiga sadar dan memahami serta setuju ganti wajar dengan tidak saling dirugikan dan melanggar aturan.\r\nSementara itunWalikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Basjuni mengatakan, pembangunan irigasi Lematang di Semidang Alas, Kecamatan Dempo Tengah menggunakan anggaran tahun jamak bantuan dari pusat. Untuk tahap awal akan dibangun akses masuk menuju bendungan agar pembangunan dapat berjalan lancar.\r\nPembangunan irigasi Lematang di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan menelan dana sebesar Rp739 miliar. Irigasi yang akan mengairi 6.000 hektare lahan sawah tersebut dibangun di atas lahan hutan lindung seluas 19,4 hektare.\r\nPemkot Pagaralam membangun irigasi Lematang. Saat ini, irigasi yang akan mengairi 6.000 hektar lahan sawah tersebut dibangun diatas lahan seluas 19.4 hektar. Dimana, dana yang akan digunakan menggunakan tahun jamak dari bantuan pusat sebesar Rp739 miliar.\r\n“Akses masuk menuju bendungan akan dibuka November ini. Rencananya akses jalan yang akan dibuka sepanjang 4,5 kilometer,” kata Ida.\r\nAkses jalan yang akan dibangun cukup ekstrim sehingga akan dibuat akses baru berupa jalan landai dengan radius lebih jauh, sekitar 4,5 kilometer, sehingga memudahkan aktifitas pengerjaan bendungan.\r\n”Irigasi Lematang ini berada di kawasan Hutan Lindung Bukit Jambul Gunung Patah dengan areal bukit dan lembah. Nilai kontrak dari pusat sekitar Rp739 miliar dengan pembangunan tahun jamak. Mengenai area pembangunan bendungan yang masuk hutan lindung Bukit Jambul Gunung Patah, sudah ada izin dari Kementrian Kehutanan,” ungkap dia.\r\nIa mengatakan, pembangunan akan menggunakan lahan sangat luas. Karena itu, izin pakai hutan lindung mencapai 19,4 hektar. Tahap awal pembangunannya, diperkirakan menggunakan lahan sekitar 4 hektare, meliputi lokasi bendung dan camp pekerja. Nantinya, bangunan irigasi Lematang dengan panjang sekitar 7 kilometer, meliputi saluran irigasi tersier, sekunder dan primer mampu mengairi sawah masyarakat setempat yang sebagian merupakan sawah tadah hujan.\r\n“Nantinya irigasi ini untuk mengairi areal sawah sekitar 3.000 hektare yang rencana cetak baru. Kemudian, juga mengairi sawah yang sudah ada di kawasan Kecamatan Dempo Selatan dan Dempo Tengah,” ujar dia. (mkh/vrn)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

twenty + 13 =