Kasi Intel Kejari OKU Abu Nawas saat pelaksanaan kegiatan Jaksa Masuk Kampus di Universitas Baturaja

Kasi Intel Kejari OKU : Jauhi Narkoba Sejak Dini, Mulai Dari Keluarga, Teman, Sahabat Dan Pergaulan

OKU, beritakite.com – Guna mencegah pelanggaran hukum dikalangan mahasiswa khususnya mahasiswa Universitas Baturaja (Unbara), Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kejari OKU), Senin (09/09/2019) memberikan penyuluhan hukum di Kampus Unbara Jalan Ratu Penghulu Baturaja.

Kegiatan yang diberi nama Jaksa Masuk Kampus tersebut dilaksankan bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus (Ospek -red) bagi mahasiswa baru Universitas Baturaja.

Hadir dalam kegiatan yang diikuti 644 mahasiswa baru Unbara tersebut Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bayu Pramesti, SH., yang diwakili Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Abu Nawas, SH., Rektor Unbara Hj.Linda Wati. MZ, MT., Waakil Rektor I Dr. Yamanto Isa S.Ag., M.Pd., dan Dekan Fakultas se Unbara.

Mahasiswa baru Universitas Baturaja saat mengikuti program Jaksa Masuk Kampus

Kasi Intel Kejari OKU Abu Nawas, SH., dalam penyuluhan hukum dihadapan para mahasiswa baru Universitas Baturaja tersebut menyampaikan pentingnya mahasiswa memahami UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan juga memahami bahaya narkoba.

“Mahsiswa sebagai generasi penerus bangsa wajib ikut membrantas narkotika mulai dari diri sendiri, keluarga, kampus dan sekitar tempat tinggal, karena narkoba merusak tantanan kehidupan,” ujar Abu Nawas.

Menurut Abu Nawas saat ini peredaran narkoba tidak mengenal usia, peredaran narkoba juga tidak mengenal tempat dan waktu.

“Peredaran narkoba telah merambah seluruh lapisan masyarakat,” sambung Abu Nawas.

Kasi Intel juga menjelaskan dampak buruk dari penyalahgunaan narkoba, yang dapat merusak masa depan generasi muda bangsa Indonesia.

“Betengi diri dengan ilmu agama untuk menghindar dari narkoba,” pesan Abu Nawas.

Selain menjelaskan tentang bahaya narkoba, Kasi Intel Kejari OKU juga menjelaskan tentang tugas Kejaksaan sesuai dengan amanat UU Nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan.

“Pasal 30 UU Nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan, menjelaskan bahwa di bidang pidana Kejaksaan mempunyai tugas dan wewenang antara lain melakukan penuntutan; melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat, putusan pidana pengawasan, dan keputusan lepas bersyarat; melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang‑undang; melengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik,” jelas Abu Nawas, SH.

Abu Nawas juga menjelaskan bahwa selain dalam bidang pidana, dalam pasal 30 ayat 2 dan ayat 3 UU Kejaksaan juga mempunyai tugas dan wewenang di bidang perdata dan tata usaha negara serta dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum.

Foto bersama Kasi Intel Kejari OKU Abu Nawas, SH dengan panitia Pengenalan Kehidupan Kampus Universitas Baturaja

Dalam kesempatan tersebut Kasi Intel juga menyampaikan tentang UU No. 31 tahun 1999 junto UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Piana Korupsi (Tipikor).

“Mahasiswa wajib mengenal undang-undang Tipikor agar dapat turut serta mencegah terjadinya tindak pidana korupsi,” tegas Abu Nawas. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

20 − 9 =