Penyuluhan dan Penerangan Hukum dari kejari OKU

Kejari OKU Berikan Penyuluhan dan Penerangan Hukum Bagi Kepala Desa se Kecamatan Lubuk Batang

OKU – Kajaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kajari OKU) melalui Seksi Intelijen Kejari OKU memberikan penyuluhan dan penerangan hukum bagi Kepala Desa se Kecamatan Lubuk Batang, Kamis (4/11/21). Kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum yang dilaksankan di Kantor Desa Belatung itu dihadiri oleh Kasi Intel Kejari OKU Variska Ardina Kodriansyah beserta staf, Camat Lubuk Batang Helni Purnanengsih, Danramil Lubuk Batang Kapten Surasa, Kapolsek Lubuk Batang AKP Hariyanto, dan Kepala Desa se Kecamatan Lubuk Raja.

Menurut Ketua pelaksana kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum bagi Kepala Desa se Kecamatan Lubuk Batang, Herson, SH., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan yang mengambil tema “Tugas dan Kewenangan Kejaksaan Dalam Menjaga Desa Terhadap Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 di Masa Pandemi Covid-19” tersebut diikuti oleh 15 kepala desa se Kecamatan Lubuk Batang.

Sementara itu Camat Lubuk Batang Helni Purnanengsih dalam sambutannya mengaku senang kepala desa melaksanakan kegiatan seperti ini, karena dirinya menganggap kegiatan penyuluhan dan penerangan hukum itu adalah kegiatan penting

“Saya sayang dengan kepala desa se Kecamatan Lubuk Batang ini, dan tidak ingin ada yang tersangkut masalah hukum, oleh karena itu saya minta rekan-rekan dari Kejaksaan dapat membina kita, agar tak tersangkut masalah hukum, agar faham mana yang tidak boleh kita lakukan, dan jangan sampai ada yang melenceng,” ungkap Helni.

Sejauh ini dijelaskan oleh Helni bahwa tidak ada kepala desa di Kecamatan Lubuk Batang yang melenceng jauh, jika ada yang sedikit melenceng dan diingatkan, maka segera diperbaiki kesalahan itu.

“Kita minta pembinaan dan arahan dari Kejari OKU,jangan coba-coba bermain di dana desa, jangan sampai kejadian di kecamatan tetangga kita menimpa kita,” tandasnya.

Foto bersama peserta penuluhan dan penerangan hukum Kejari OKU

Dalam kegiatan yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kajari OKU) Asnath Anytha Idatua Hutagalung,SH.MH., melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari OKU Variska Ardina Kodriansyah, SH., MH., menyampaikan bahwa sebagaimana diatur dalam UU No 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, aparatur Kejaksaan selain memiliki kewenangan dibidang pidana juga memiliki kewenangan dibidang perdata dan tata usaha negara (datun).

“Dalam bidang datun, aparat Kejaksaan dengan kuasa khusus, dapat bertindak baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintah sebagai Jaksa Pengacara Negara. selain itu Bidang Datun juga dapat memberikan pendampingan kepada instansi  pemerintah agar dalam pelaksanaan  kegiatan tidak menyimpang  dan menyalahi aturan yang ada,” ucap Variska Ardina Kodriansyah.

Variska berharap kepada kepala desa, agar jika ada kegiatan menggunakan dana desa yang besar, dan sangat penting bagi masyarakat agar kepala desa mengajukan pendampingan ke Kejari OKU

“Aajukan pendampingan ke Kejaksaan, agar Kejaksaan melalui Seksi Datun dapat memberikan pendampingan mengenai apa-apa saja yang mesti disiapkan dan dilengkapi desa dalam pelaksanaan kegiatan itu, sehingga dengan pendampingan itu kita harapkan tidak ada pelanggaran ketentuanr dan admistrasi terkait pelaksanaan kegiata didesa,” terang Variska.

Menurut Variska jika dalam tahap pra kegiatan sudah benar, maka nantinya dalam  pelaksanaannya juga akan  bagus. “Jika pra kegiatan sudah dilaksanakan dengan baik dan benar, namun dalam pelaksanaan terjadi penimpangan, itu berarti memang ada unsur dengan sengaja untuk melakukan tindak pidana,” tegasnya.

Variska juga menjelaskan tentang fokus penggunaan dana desa tahun 2021 yang mengacu pada program Sustainable Development Goals (SDGs) Kementerian Desa yang berisi 18 poin yang telah disepakati dalam Sidang Umum PBB.

Adapun 18 poin dari SDGs desa yakni; desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, pendidikan desa berkualitas, keterlibatan perempuan desa,  desa layak air bersih dan sanitasi , desa berenergi bersih dan terbarukan, pertumbuhan ekonomi desa merata, infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan,  desa tanpa kesenjangan , kawasan pemukiman desa aman dan nyaman, konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, desa tangkap perubahan iklim, desa peduli lingkungan laut, desa peduli lingkungan darat, desa damai berkeadilan, kemitraan untuk pembangunan desa, dan kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaftif.

Variska berharap dana desa dapat di gunakan untuk pembangunan yang inovatif jangan hanya hanya terpaku pada hal yang monoton, dirinya berharap dengan dana desa tak ada lagi warga desa yang kelaparan, serta adanya pemberdayaan wanita dalam menunjang ekonomi keluarga serta terciptanya peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak desa, sehingga kualitas intelekual anak-anak desa tidak lagi kalah dengan anak di wilayah lain.

“ Saya berharap pertanggungjawaban pengelolaan dana desa tahun 2021 beres, dan tahun 2022 ada inovasi baik dalam pembangunan infrastruktur maupun pembangunan masyarakat,” harapnya.

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

19 + 2 =