Pemusnahan barang bukti di Kejari OKU

Kejari OKU Lakukan Pemusnahan Barang Bukti, Narkoba Masih Mendominasi

OKU, beritakite.com – Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kejari OKU), melaksanakann pemusnahan Barang Bukti (BB) tindak pidana yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah), Senin (20/7/2020). Kegiatan yang di laksanakan di halaman Kejari OKU tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati OKU Drs. Johan Anuar, SH., MM, Wakil Ketua DPRD OKU Yoni Risdianto, SH.,Dandim 0403/OKU yang diwakili Kasdim Mayor Inf. Sukriyanto, Kasub DenPom Kapten Gatot, Kapolres OKU yang diwakili Kasat Narkoba Polres OKU IPTU Jatra Tunggal Rahmad Wicaksana. Kakankemenag OKU H. Ishak Putih, perwakilan Pengadilan Negeri Batiraja, perwakilan Rutan Baturaa, Kepala Rubasan Baturaja, serta Kepala OPD dilingkungan Pemkab OKU.

Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bayu Pramesti menjelaskan bahwa pemusnahan BB kali ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60 yang diperingati setiap tanggal 22 Juli.

“Jumlah terpidana yang hari ini kita musnahkan barang buktinya adalah 116 terpidana,” ucap kajari.

Dari 116 kasus tersebut, kasus narkoba nampaknya masih mendominasi dengan 42 kasus, adapun rincian barang bukti yang di musnahkan terdiri dari kasus narkotika 42 kasus dengan 42 terpidana dengan rincian BB sabu-sabu 162, 7507 gram dengan terpidana sebanyak 33 orang, exstacy 52 butir dengan terpidana sebanyak 4 orang dan ganja 1039, 55 gram dengan terpidana sebanyak 5 orang.

Selanjutnya Kasus senjata api dan senjata tajam 31 perkara dengan rincian BB senjata Api 9 pucuk senpi rakitan dengan terpidana sebanyak 9 orang, amunisi 99 butir, senjata tajam barang bukti 22 bilah dengan terpidana sebanyak 20 orang.

Kasus selanjutnya adalah kasus pencurian / penipuan/ pembunuhan sebanyak 40 Kasus, yang terdiri dari pencurian dengan kekerasan 20 helai pakaian (baju, celana, dll) dengan BB 20 orang terpidana, pencurian biasa dengan BB 18 helai pakaian (celana, baju, dll) dengan 18 terpidana dan Pembunuhan dengan BB 1 baju dan 1 senjata tajam dengan 1 orang terpidana.

Terakhir kasus Perjudian/ Kelalaian/ Migas/ uang Palsu dengan rincian uang palsu dengan 1 orang tepidana, togel dengan 1 orang terpidana dan Migas dengan 1 orang terpidana dengan barang bukti 1 bungkus penutup gas LPG.

“Kasus-kasus tersebut adalah kasus yang telah ditangani Kejari OKU dan telah inkrah sejak September 2019 hingga Juli 2020,” terang Kajari.

Barang bukti yang dimusnahkan tersebut menurut Kajari selain telah berkekuatan hukum tetap, dalam persidangan juga dinyatakan disita oleh negara untuk dimusnahkan.

“Ini bentuk transparansi Kejaksaan dalan penuntasan perkara,” tegas Kajari.

Sementara itu Wakil Bupati OKU Drs. Johan Anuar, SH., MM mengaku masih miris melihat dominasi barang bukti narkoba, Johan mengatakan, saat ini narkoba semakin marak hingga masuk ke desa desa dan dunia pendidikan. Oleh karena itu Pemkab OKU kata dia, sangat mengapresiasi pemusnahan ini dan menyarankan kepada aparat penegak hukum untuk lebih giat melakukan upaya pencegahan.

“Kita prihatin petani di desa sudah pakai narkoba, dan narkoba juga masuk wilayah pendidikan, Kita (Kejaksaan, Kepolisian dan Pemkab) harus bekerjasama untuk mencegah peredaran narkoba dengan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat,” tegas Johan. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

16 + 6 =

Berita Populer