Kajari OKU Bayu Paramesti, SH., didampingi Kasi Pidsus dan Kasi Intel saat memberikan keterangan Pers kepada awak media

Kejari OKU Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi Biaya Retribusi Pajak Daerah Tahun Anggaran 2015

OKU – Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kejari OKU) saat ini tengah melakukan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi di salah satu instansi (dinas) dilingkungan Pemerintah Kabupaten OKU.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bayu Paramesti, SH., didampingi Kasi Pidsus Johan Ciptadi, SH., MH., dan Kasi Intel Variska Adrina Kodriyansah, SH., MH., dalam jumpa pers yang di gelar di aula Kejari OKU, Kamis (25/3/2021).

“Kejaksaan Negeri OKU saat ini tengah melakukan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi pelaksanaan kegiatan biaya retribusi pajak daerah,” ujar Bayu Paramesti mengawali keterangannya kepada awak media.

Pajak daerah dimaksud menurut Bayu Paramesti adalah pajak bumi dan bangunan, pertambangan, perkebunan dan perhutanan.

Penyidik tersebut dijelaskannya merupakan tindaklanjut dari hasil penyelidikan yang dilakukan korps Adhyaksa Kejari OKU terhadap pelaksanaan kegiatan biaya retribusi pajak tahun anggaran 2015 yang dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten OKU.

“Saat ini kita sedang melengkapi bukti-bukti dengan memeriksa keterangan saksi-saksi,” terangnya.

Surat perintah penyidikan dugaan tindak pidana korupsi diterangkan Kajari dikeluarkan pada tanggal 18 Maret 2021 yang lalu.

Untuk saat ini Kajari OKU menjelaskan bahwa pihaknya telah memanggil 2 orang saksi terkait permaslaahan tersebut dan nantinya seluruh pihak terkait akan dipanggil untuk dimintai keterangan agar permasalahan tersebut menjadi terang benderang.

“Penyidikan ini guna mencari bukti dan tersangkanya, kalau peristiwanya sudah terang, karena ini dari hasil penyelidikan,” tandas Kajari OKU.

Pada saat Kajari OKU memberikan keterangan pers kepada awak media, nampak salah seorang saksi tengah dimintai keterangan disalah satu ruangan, saksi dengan inisial Z tersebut merupakan salah satu pejabat yang diduga terlibat dalam kegiatan itu.

Namun sayangnya usai jumpa pers yang digelar Kajari, saat awak media ingin meminta keterangan dari yang bersangkutan, Z telah tak ada lagi dilingkungan Kejari OKU. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

nineteen − 4 =