Korban M. Derun saat ditemukan di depan GOR Baturaja

Korban Meninggal Dengan Belasan Luka Tusuk, BPI KNPA RI Minta Polisi Tembak Pelaku Begal

OKU, beritakite.com – Kejadian begal di depan GOR Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang telah menyebabkan korbannya yang bernama M. Derun, (69) warga RS. Bungur RT. 11 RW. 05 Kel. Sukajadi Kec. Baturaja Timur yang berprofesi sebagai tukang ojek meninggal dunia pada Selasa 12 Mei 2020 pagi mendapat perhatian serius dari sejumlah pihak.

Berdasarkan dari hasil visum ditemukan 11 luka tusuk di Punggung 6, Dada kiri 2, rusuk kiri 2 dan Pinggang 1 korban M. Derun

Salah satu pihak yang memberikan perhatian serius atas kejadian pembegalan sadis tersebut adalah Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia DPW (BPI KPNPA RI) Provinsi Sumsel Muhamad Abdhulmuhin dan Ketua DPD BPI KNPA RI Kabupaten OKU M. Yusdi, yang meminta aparat kepolisian khusus nya Polres OKU untuk menembak di tempat pelaku begal yang akhir-akhir ini kian marak di Kota Baturaja (OKU).

“Sudah saatnya Polres OKU bertindak tegas dengan menembak pelaku begal di Kota Baturaja, sebagai efek jera agar kasus serupa tidak terjadi lagi,” ujar Ketua DPW BPI KPNPA RI Sumsel Abdulmuhin yang didampingi Ketua DPD BPI KPNPA RI OKU M. Yusdi, Selasa (12/5/2020).

Ketua DPW BPI KNPA RI M. Abdulmuhin (baju putih) dan Ketua DPD BPI KNPA RI OKU M. Yusdi

Dikatakannya ditengah Pandemi covid-19, aksi kejahatan akhir-akhir ini terus meningkat di Sumsel umumnya dan kota Baturaja khususnya telah menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Kejadian kasus begal yang terjadi di OKU Selasa (12/5/2020) sekitar pukul 06.00 WIB di depan GOR Baturaja pagi ini tergolong sadis karena telah menyebabkan kematian pada korban dengan belasan luka tusuk ditubuhnya,” sambung Abdulmuhin.

Ditambahkan oleh Ketua DPD BPI KNPA RI Kabupaten OKU M. Yusdi kasus pembegalan ini sudah merupakan tindakan kejahatan luar biasa yang dilakukan oleh para pelakunya karena dilakukan di saat bulan suci Ramadhan dan ditengah musibah wabah Covid-19.

“Oleh karena itu kami meminta aparat Kepolisian dari jajaran Polres OKU khusus nya untuk melakukan tindakan lebih represif dalam upaya meringkus para pelaku begal,” tegas Yusdi.

Bahkan M. Yusdi berharap Polisi menembak mati para pelaku aksi begal,sebagai efek jera bagi pelaku lainya agar menghentikan kejahatan mereka.

“Polisi harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dari kejahatan begal yang kerap terjadi di Sumsel khususnya di Kota Baturaja, jangan sampai ada korban lain baru Polisi bertindak,” pungkas Yusdi.

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

19 − 2 =