Tersangka Solihin saat akan dibawa menggunakan mobil tahanan ke Lapas Kelas II Muba

Korupsi Dana Kapitasi JKN /BPJS, Mantan Kepala Puskesmas Ngulak Ditahan Kejari Muba

MUBA, beritakite.com – Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin (Kejari Muba) secara resmi melakukan pemenahan kepada Solihin, mantan Kepala Puskesmas Ngulak Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (13/8/2020).

Penahan tersebut dilakukan setelah Unit Tipokor Polres Muba melakukan penyerahan tersangka beserta barang bukti ke Kejari Muba. Tersangka Solihin ditahan karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) /BPJS saat dirinya menjabat sebagai Kepala Puskesmas Ngulak Kecamatan Sanga Desa.

“Tersangka melakukan pemotongan uang jasa pelayanan Kesehatan milik ASN dan honorer di Puskesmas tempat tersangka bertugas bulan januari tahun 2018 yang dibagikan dalam setiap bulannya dan mengambil alih tupoksi bendahara dengan cara menyimpan uang tunai, menghitung dan membayar jasa pelayanan kesehatan, melakukan belanja operasional dan membuat SPJ dan Dana Kapitasi JKN,” terang Kajari Muba Suyanto, SH.MH kepada awak media melalui Kasi Pidsus Arie Apriyansah, SH., MH. didampingi Kasi Intel Abu Nawas, SH.

Berdasarkan perhitungan BPKP Perwakilan Sumsel perbuatan tersangka Solihin telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp.238.627.746.

Terasangka Solihin (tengah) usai diserahkan oleh Unit Tipikor Polres Muba ke Kejari Muba

Tersangka Solihin beserta barang bukti diserahkan tim penyidik unit Tipokor Polres Muba dampingi oleh pengacara HJ. Nurmala dkk., selanjutnya akan di lakukan penahanan di Rutan selama 20 hari kedepan sejak tanggal 13 agustus 2020 s/d tgl 02 September 2020 berdasarkan surat perintah Kajari Muba SP HAN KAJARI MUBA No. PRINT – 146/ L.6.16./Ft.1/08/2020 dan tersangka akan di titipankan di Lapas Kelas II Sekayu.

“Selama proses penyidikan di Polres Muba tersangka tidak ditahan, penahanan terhadap tersangka kita lakukan untuk mempermudah proses penanganan perkaranya krarena kasus tipikor ini sidangnya jauh di Palembang, dikhawatirkan tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” jelas Kasi Pidsus Arie Apriyansah, SH., MH.

Tersangka Solihin dibawa ke Lapas Kelas II Sekayu dikawal oleh Tim Intel dan didampingi Tim Pidsus Kejari Muba. Tersangka diduga melanggar Pasal 2 jo Pasal 3 UU RI No. 31 tahun 1999 dan telah dirubah dan ditambah dalam UU RI NO. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Terpisah Kasi Intel Kejari Muba Abu Nawas, SH saat dimintai tanggapannya terkait penahanan tersangka menjelaskan bahwa bidang intelijen memberikan backup pada tindakan yang dilakukan oleh Bidang Pidana Khusus dalam penegakan hukum.

“Kami selaku Bidang Intelijen wajib mem backup tindakan Bidang Pidsus dalam penegakan hukum karena kami juga mengedepankan hak-hak tersangka dan praduga tidak bersalah serta wajib mengedepankan hati nurani. Dan kami menyarankan agar tim penuntut umum sesegera mgkin melimpahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Tipikor Palembang,” tegas Abu Nawas, SH. (RED)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

fifteen + three =