Ketua DPC Projo OKU Timur Tri Susilo, SH., M.Hum

LPI Kuasai Lahan Masyarakat Secara Sepihak, Projo OKU Timur Akan Bawa Keranah Hukum Dan Adukan Kepada Presiden

OKU TIMUR, beritakite.com. — Konflik sengketa lahan yang terus terjadi antara masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) dengan PT. Laju Perdana Indah (LPI) menjadi perhatian serius DPC Pro Jokowi (Projo) OKU Timur, hal tersebut ditegaskan Ketua DPC Projo OKU Timur Tri Susilo, SH., M.Hum didampingi Wakil Ketua DPC Projo OKU Timur Ruslan Komarudin kepada beritakite.com, Kamis (21/11/2019).

Menurut Tri Susilo, SH., M.Hum., permaslalahan sengketa lahan masyarakat OKU Timur dengan perusaan perkebunan tebu tersebut telah terjadi semenjak awal berdirinya perusahan itu di Kabupaten OKU Timur dan hingga kini belum juga selesai.

Tri Susilo menjelaskan bahwa sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Projo, maka Projo akan berperan aktif membantu menyelesaikan permaslalahan sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan.

Terkait sengketa lahan masyarakat, Tri Susilo menuturkan bahwa ada anggota Projo OKU Timur yang menyampaikan kepada dirinya bahwa lahan milik anggota Projo tersebut telah dikuasai secara sepihak oleh PT. LPI dan hingga kini belum ada ganti rugi, padahal menurut Tri Susilo anggota Projo tersebut memiliki surat kepemilikan lahan yang sah.

Wakil Ketua DPC Projo OKU Timur Ruslan Komarudin

“Lebih kurang ada 20 hektare lahan anggota Projo OKU Timur yang dikuasai secara sepihak oleh LPI, dan hingga kini belum mendapat ganti rugi,” kata Tri Susilo.

Tri Susilo menjelaskan bahwa akibat dari adanya penguasaan lahan oleh PT. LPI tersebut, maka anggota Projo tersebut saat ini kehilangan mata pencahariannya sebagai petani.

“Kami dari Projo OKU Timur akan mengambil langkah hukum terkait sengketa lahan ini, LPI harus mengembalikan lahan masyarakat yang mereka kuasai secara sepihak atau mengganti rugi lahan tersebut,” tutur kandidat doktor itu.

Ditambahkan oleh Wakil Ketua Projo OKU Timur, selain menempuh jalur hukum pihaknya akan menyampaikan permasalahan sengketa lahan antara masyarakat OKU Timur dan PT. LPI ini langsung kepada Presiden RI Joko Widodo selaku Ketua Dewan Pembina Projo.

“Permaslahan sengketa lahan ini akan kami sampaikan langsung kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo pada saat Kongres Ke II Projo awal Desember nanti,” tegas Ruslan.

Menurut Ruslan pihaknya berharap dengan disampaikannya permasalahan sengketa lahan tersebut kepada Presiden Jokowi, maka presiden akan mengetahui secara langsung permaslaahan sengketa lahan di masyarakat dan dapat memberikan jalan keluar atas permasalahan itu. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

three × two =

Berita Populer