Membaca Realitas Politik Empat Lawang

Empat Lawang, beritakite.com – Kontestasi pilkada serentak tinggal menghitung minggu, berbagai macam strategi jitu silih berganti dipertunjukan, mulai dari blusukan ke rumah-rumah warga, pemasangan baleho hingga pembagian sembako gratis demi mendulang suara ketika pemilihan, masyarakatpun ikut serta berpartsipasi dalam pesta demokrasi tersebut, terbukti dengan ramainya pendukung dan riuhnya sambutan ketika pasangan calon berkunjung pada saat kampanye, ini menambah hasrat dan optimisme bahwa kita sudah memasuki fase yang lebih maju dalam sistem demokrasi, tidak hanya kadidat yang sibuk mengemas program unggulan melainkan setiap warga negara menikmati perhelatan akbar ini. Sangat disayangkan apabila kepercayan dan partisipasi masyarakat di hianati, ini dapat berimplikasi pada kekecewaan yang bermuara pada sikap apatis dan skeptis.

Kali ini penulis akan menyoroti pemilihan kepala daerah di Kabupaten Empat Lawang, pasalnya semakin hari situasi politik disana kian memanas, adu ide dan gagasan menjadi sarana menghidupkan dialektika agar kemudian terpilih pemimpin yang berkualitas dan kompeten. Dinamika yang terjadi banyak menyita perhatian publik mulai dari kaum elite hingga kalangan menengah kebawah ikut meramaikan diskusi warung kopi”, tidak hanya itu, aneka ragam spekulasi dan tudingan berselieran diberanda sosial media menambah gegap gempita pilkada di Empat Lawang, hal ini merupakan rangkaian pristiwa politik yang telah lalu, karena sudah menjadi rahasia publik bahwa ketiga pasangan calon Bupati, David Al Jufri, Joncik Muhamad dan Yulizar Dinoto merupakan aktor lama yang memiliki kenangan klasik tempo dulu.

Kemudian diakar rumput (grass root) pun tak kalah sengit untuk diperbincangkan, perseteruan antar pendukung saban hari terus memanas, isu suku dan golongan tidak mampu terelakan, saling tuduh, saling sindir dan saling jatuhkan menjadi hal krusial yang mengotori perjalanan demokrasi di Empat Lawang, tak jarang beberapa oknum rela bertegangan dengan sanak keluarga karena berbeda pandangan, padahal selama ini kita semua bersaudara jangan jadikan ajang pesta demokrasi ini sebagai awal permusuhan tetapi jadikanlah sebagai momentum kebangkitan, karena berbeda pilihan itu hal yang biasa tinggal bagaimana kita menyikapinya, persoalan seperti ini harus segera di tuntaskan, karena kita mengharapkan kemajuan bersama, tentunya harus berjalan beriringan serta menggunakan cara yang elegan dan bijaksana. Masing-masing pihak khususnya pasangan calon mesti meninjau perkembangan dilapangan serta menengahi oknum yang berperkara agar persoalan tidak melebar dan memakan korban, salah satunya menghindari dendam politik berkepanjangan.

Selanjutnya, pencerdasan politik harus dioptimalkan untuk menurunkan suhu negatif agar kontestasi ini tidak hanya berhasil mengantarkan pasangan calon pada kursi kekuasaan namun juga menjadi ajang pembelajaran bagi masyarakat luas, terkait etika dan esensi berpolitik, sehingga politik tidak hanya dipahami sebagai sesuatu hal yang tabu dan jorok, karena proses berdemokrasi kita masih panjang, maka jadikan setiap gelombang hempasan sebagai unsur pendewasaan. Untuk itu diharapkan setiap pasangan calon tidak fokus pada serimonial kampanye yang mengumbar janji-janji manis, melainkan harus memiliki langkah konkret serta komitmen penuh memperbaiki harkat martabat daerah melalui terobosan terukur, terencana dan realistis selaras dengan anggaran yang dimiliki daerah, ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Empat Lawang dengan kabupaten/kota lainnya.

Peningkatan sumber daya manusia yang berkualias juga harus menjadi perhatian lebih pemerintah terpilih, yaitu dengan pengadaan lembaga pendidikan tinggi, lapangan kerja, penghargaan untuk tenaga pendidik, baik guru sekolah maupun guru ngaji (Ustad/Ustadzah), serta mengobservasi sumber daya alam untuk menunjang pendapatan asli daerah (pad) Empat Lawang, kemudian melakukan pelatihan intensif untuk para petani kebun dan sawah untuk mengurangi angka gagal panen setiap musimnya, apabila segala sektor tersebut sudah dipenuhi maka mata rantai kriminalitas akan putus bahkan tidak ada lagi, pasalnya kebutuhan pokok mereka sudah terpenuhi dan angka pengaguran dipangkas habis melalui program yang tepat sasaran tadi.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa Kabupaten Empat Lawang memiliki segudang potensi baik alamnya maupun manusiannya, hanya saja disebabkan pengelolannya yang kurang maksimal maka sebagain besar putra-putri terbaik daerah lebih memilih menetap diperantaun karena carut-marutnya sistem di Empat Lawang. Kita sebagai masyarakat Empat Lawang harus mengontrol dan memastikan program yang dicanangkan dapat terealisasi, semua bentuk permasalahan tata daerah harus dituntaskan, pemabangunan insparastuktur jalan, jembatan dan akses penghubung ditiap kecamatan harus di prioritaskan secepatnya, untuk mempermudah mobilisasi kegiatan sehingga tidak terpusat pada ibu kota kabupaten yang dapat menimbulkan sentime kesukuan.

Terakhir penulis menyampaikan sebuah kutipan yang diambil dari pahlawan nasional, H. Agus Salim : “Memimpin adalah menderita” kalimat tersebut menghujam sanubari bagi yang memiliki nurani kerakyatan, artinya siapapun pemimpin Empat Lawang yang terpilih nantiya, mereka harus siap mengemban tugas dengan amanah, rela mengorbankan segalannya baik waktu maupun tenaga untuk memikirkan nasib rakyat. Bekerja dengan ikhlas, menyatukan rakyat dalam barisan yang optimis, hilangkan latar belakang warna, simbol dan jargon serta kepentingan kelompok, tanggung jawab selama lima tahun akan disematkan pada pundak kalian maka buktikanlah bahwa kalian konsisten memperjuangkan hak rakyat bukan hanya hegemoni kelompok, Empat Lawang harus lebih maju ditangan kalian, ketika kalian tulus bekerja untuk mensejahterakan rakyat, maka rakyat akan berbaris dibelakang kalian mendukung setiap kebijakan yang lahirkan, namun ketika kalian menyimpang dari keadilan maka rakyat akan bergerak melawan ketidakadilan tersebut.

Rizki Agus Saputra
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya
Pemuda Empat Lawang

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

7 + nine =

Berita Populer

Terbaru