Memprihatinkan, Siswa MTS Jam’iyah Almuawanah Semendo Belajar di Lantai

Puluhan siswa MTS RA Desa Segamit, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten Muaraenim, brlahar di lantai

Puluhan siswa MTS RA Desa Segamit, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten Muaraenim, terpaksa belahar di lantai beralaskan tikar

\r\n\r\nMTS Segamit  Semendo Belum Ada Ruang Kelas\r\nHB, MUARAENIM – Memang negara Indonesia sudah merdeka, tapi tidak seluruh warganya bisa menikmati kemerdekaan tersebut, hal ini dialami siswa MTS Jam’iyah Almuawanah  Dusun IV Rantau Dedap Desa Segamit Kecamatan Semendo Darat Ulu Kabupaten Muaraenim, terpkasa belajar di lantai.\r\nMengingat sekolah tersebut belum memiliki fasilitas, mobiler dan termasuk bangunan ruang belajar yang dapat digunakan untuk menduiung proses belajar dan mengajajar kecuali gunakan ruang mushallah yang belum ada dinding.\r\nPenelusuran beritakite.com, kondisi sekolah memang cukup memprihatinkan puluhan siswanya terpaksa harus belajar di lantai mushalla sekolah, karena belum memiliki bangunan sekolah yang memadai.\r\nSiswa kelas VIII yang berjumlah 24 orang terpaksa harus mengikuti proses belajar mengajar dengan duduk di lantai karena belum memiliki ruangan dan prasarana belajar sekolah.\r\nKepala MTS Rantau Dedap Firdaus Spd mengatakan, cukup sedih melihat anak didik harus belajar di lantai, namun upaya mengajukan bantuan fasilitas atau prasarana pendidikan, seperti kursi dan meja belajar yang sudah diajukan belum juga ada realisasinya sampai saat ini.\r\n”Minat siswa di daerah ini untuk sekolah cukup tinggi, selain jauh dari ibu kota kecamatan, fasilitas pendukung lain masih minim sehingga sekolah di dusun ini kurang perhatian,” kata dia.\r\nDia berharap, agar pemerintah atau pihak swasta yang peduli pendidikan bersedia membantu minimal dapat bangun satu ruang kelas sudah cukup.\r\n‎”Saya sudah ajukan proposal ke Dinas Pendidikan Kabupaten Muaraenim dan perusahaan PT Supreme Energi Rantau Dedap, namun belum ada tanggapan. Khususnya membantu prasarana sekolah seperti kursi meja dan fasilitas lain namun belum di kabulkan,” ujara dia.\r\nLebih lanjut dia berharap, agar pemerintah daerah dapat memberikan bantuan dalam hal penambahan gedung dan fasilitas penunjang proses belajar mengajar di sekolah tersebut.\r\n”Kami berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Muaraenim dan Kementrian Agama dan PT Supreme Energi untuk membantu gedung dan fasilitas lainnya agar siswa dapat belajar dengan baik,” kata dia.\r\nAfip salah seorang siswa mengungkapkan sangat tidak nyaman dan susah konsentrasi mengikuti proses belajar mengajar.\r\n”Kami susah nak sekolah di luar dusun jauh, sementada transportadi belum ada belum lagi ongkos terlalu mahal kalau nak carter ojek,” ungkap dia. (usm)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

20 + sixteen =

Berita Populer