Menopang Perekonomian Umat Dari 212 Mart

Lahat, Sudah menjadi tabiat sebagian besar manusia bahwa memilih dan mendambakan kehidupan yang sejahtera serta perekonomian yang baik dan lancar. Sebagai agent Muslim, yg berpegang teguh pada AlQuran dan Hadits serta mengikuti seluruh perintah nabi Muhammad SAW dalam aktivitas ekonominya merupakan sebuah keharusan.

Karena akan bermanfaat di dunia dan akhirat. Oleh karenanya, praktik ekonomi Islam bagi individu, kelompok, keluarga, masyarakat maupun pemerintah dalam rangka mengorganisasi produksi, distribusi, konsumsi, ekspor – impor idealnya harus berjalan dalam koridor syariah yang bertujuan untuk menciptakan falah dan ridha Allah. Hal itulah yang disampaikan oleh ketua KAMMI Lahat Amin Hamzah Mahasiswa STIT YPI Lahat.

“Kekayaan materi merupakan bagian yang penting dalam kehidupan kaum muslimin. Dan Islam tidak menghendaki umatnya hidup sengsara dalam keterbelakangan ekonomi, ini sejalan dengan sabda nabi Muhammad SAW” Terangnya

“yang di riwayatkan abu na’im :
‘Hampir saja kemiskinan (kemiskinan jiwa dan hati) berubah menjadi kekufuran.’ Jelasnya lebih detail.

Namun Islam juga tidak menghendaki umatnya rakus terhadap kekayaan dunia dan mementingkan materi diatas segalanya, karena sangat penting untuk memahami bahwa segala sesuatu itu dari Allah dan akan kembali kepada Allah.

Kesejahteraan dunia akhirat adalah mimpi yang patut diperjuangkan. Sedang ketakwaan adalah jembatan untuk mencapai kesejahteraan tersebut. Allah memerintahkan kepada hambaNya untuk mencari rizki yang halal di dunia ini dan tidak rakus terhadap kekayaan.

Mengingat bahwa segala sesuatu milik Allah maka sudah sepantasnya kita tunduk terhadap aturan – aturanNya dan tidak gelisah akan sempitnya harta karena menjaga diri dari perkara yang diharamkan oleh Allah.
Kesejahteraan materi itu penting, tetapi keberkahan dalam materi jauh lebih penting. Perekonomian Islam bukanlah tentang menjadi mesin ekonomi yang nantinya akan melahirkan budaya materialisme (hedonisme), tapi tentang meningkatkan perekonomian untuk kesejahteraan bersama dengan membuang jauh sifat tamak serta sadar bahwa demi menjaga keseimbangan dan kestabilan dalam masyarakat harta benda tidak boleh hanya berada di tangan pribadi (sekelompok) anggota masyarakat.

“Dengan Hadirnya 212 mart Di kabupaten Lahat,, semoga Menjadi energi Baru Membangkitkan Pereknomian Syariah. Untuk menyongsong Lahat Madani dan Bernuansa Islami.‎” tutup aktivis kampus Amin Hamzah. (Vinna)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

8 + 15 =