MI Insan Mulia, Persembahan Pemuda Untuk Bangsa

Oleh : Istiansya
Penulis Adalah Guru MI Insan Mulia Baturaja

Di era 4.0 ini sudah sepantasnya seluruh jiwa muda dengan gelar tak biasa dengan sebutan “Pemuda” telah membuat hal besar untuk negaranya.

Sesuai peranan pemuda sebagai “agent of change ” agen perubahan. Yang dimana sudah selayaknya dari ide – ide berilian yang dilahirkan dari pemikiran anak muda dapat dirasakan oleh setiap orang bangsa dan negara terutama masyarakat baturaja.

Maka dari peran dan fungsi inilah ada sekelompok menamakan pemuda dibaturaja yang merupakan mantan alumni mahasiswa dan aktivis dari berbagai macam kampus di seluruh universitas dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia dengan berbagai macam gelar akademik yang mereka sandang dipundak mereka yaitu:
1. S1 PGMI UIN Sunan Kali Jaga Jogyakarta
2. S1 Sastra Arab, Universitas Gajah Mada Indonesia
3. S2 olahraga, Universitas Sriwijaya
4. S1 bahasa Inggris Universitas Baturaja
5. S1 bahasa Sastra dan Daerah Universitas Baturaja
6. S1 Ilmu Komunikasi dan Politik Universitas Baturaja
7. S1 Pai STAI Baturaja
8. D3 Teknologi Informatika AMIK AKMI Baturaja

Dengan berbagai gelar akademik yang mereka sandang itu mereka berkumpul untuk menciptakan sebuah perubahan yang dapat dirasakan oleh semua orang, semua kalangan dan semua golongan dengan membuka sebuah sekolah.

Adapun sekolah yang dibuat yaitu sekolah berbasis agama moderen Tingkat Ibtidaiyah (sekolah dasar) dengan nama Madarasah Ibtidaiyah (MI) Insan Mulia PGRI Baturaja yang di buka secara resmi pada tanggal 15 Agustus 2019 yang beralamatkan di Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Sekolah ini didirikan untuk dinikmati oleh semua kalangan tidak hanya kalangan atas namun juga kalangan menengah kebawah bahkan dari keluarga kurang mampu sekalipun dapat menikmatinya.

Terbukti ada 8 orang anak di angkatan pertama ini yang dapat bersekolah di MI Insan Mulia itu dengan program sosial yang dicanangkan oleh para pemuda tersebut yang mana semua biaya digratiskan bahkan pakaian alat tulis semua ditanggung oleh pihak sekolah.

Adapun keunggulan dari sekolah ini yaitu anak – anak di didik oleh tenaga pengajar profesional, muda, asa, asih dan asuh.

Dengan harapan lewat tenaga pengajar tersebut dengan segala kretivitas dan segala kemampuan serta keahlian yang dimiliki oleh guru – guru muda tersebut program sekolah dengan mudah tercapai.

Di sekolah ini peserta didik di didik bukan hanya dari segi akademiknya saja namun juga pembinaan akhlak dari dini. Dengan tujuan agar kelak mereka dapat berguna bagi diri sendiri, keluarga, bangsa dan negaranya.

Tidak hanya itu program yang dicanangkan oleh pemuda di sekolah tersebut yaitu mencetak anak – anak untuk menjadi hafidz dan hafidzah (penghafal Al – Qur’an).

Adapun targetan yang dicanangkan yaitu semua anak didik selama 6 tahun belajar dengan mencapai target hafalan 3 juz Al – Qur’an.

Adapun tujuan serta harapan dengan semua lulusan yang dibekali sebagai penghafal Al – Qur’an tersebut dapat bersaing untuk masuk kejenjang smp, sma unggulan lewat jalur siswa berpreatasi.

Tentu untuk mencapai itu semua tidaklah mudah, maka sekolah ini diterapkan sistem pendekatan antara guru dan wali murid serta guru dan siswa.

Dengan tujuan agar targetan yang ingin dicapai disekolah ini dapat dicapai dengan mudah, tidak dapat dipungkiri bahhwa mendidik anak didik tidak hanya tugas dari guru saja namun juga orang tua dirumah.

Selain itu juga masih banyak program – program yang memiliki daya saing dengan sekolah – sekolah modern lainnya agar proses pembelajaran tidak membosankan maka peserta didik belajar tidak hanya didalam kelas namun juga di luar kelas, sperti kealam terbuka, kekolam berenang melakukan kujungan ke instansi berbasis pendidikan seperti rumah baca cita dan lain sebagainya.

Di sekolah ini juga anak – anak dilatih untuk menjalankan kewajiban sebagai umat muslim yaitu menjalankan shalat wajib dan shalat sunnah (dhuha) setiap harinya. Serta agenda wajib anak – anak didik yaitu mengaji dan belajar tahsin agar dapat membaca Al – Qur’an dengan baik dan benar.

Adapun kegiatan lain yaitu dilakukan home visit dengan tujuan agar dapat terjalin hubungan kekeluargaan yang erat antara guru dan wali murid serta berbagi tentang perkemabngan anak – anak didik baik dirumah maupun disekolah.

Besar harapan agar program – program yang dicanangkan oleh pemuda – pemuda seperti ini dapat di apresiasi oleh pihak pemerintah Kab. OKU dan pihak terkait lainnya serta seluruh element masyarakat agar progaram pengentasan buta huruf lewat jalur pendidikan sperti ini akan banyak bermunculan yang lahir dari tangan pemuda.

Sudah saatnya pemudah daerah yang mengenyam pendidikan baik di tingkat daerah itu sendiri maunpun diluar daerah bahkan diluar pulau sekalipun dapat kembali kedaerah masing – masing untuk memajukan daerahnya.

Pemuda bergerak, pemuda inspiratif!

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

14 + eight =

Berita Populer