Negara Timur Tengah-Israel Bidik Kopi Besemah

Negara Timur Tengah-Israel Bidik Kopi Besemah20160809_1252400\r\n\r\n HB, Pagaralam- Tanaman kopi jenis Robusta sudah menjadi andalan dan penghidupan bagi 75 persen masyarakat Kota Pagaralam, dengan luas lahan mencapai 8.000 hektare dengan 54.000 ton per tahun.\r\nPotensi ini menjadi salah satu yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin datang ke Kota Pagaralam yang menjadi distinasi wisata andalan Sumsel, karena terdapat Gunung Dempo dan perkebunan teh milik PTPN VII serta ratusan air terjun. Sehingga kopi Pagaralam banyak dilirik negara lain khususnya pencinta kopi dari Negara Israel dan Timur Tengah.\r\n”Saya sudah kirim sampel kopi ke Negara Israel dan Timur Tengah, tinggal menunggu persyaratan hang mereka inginkan,” kata Zaldi kemarin.\r\nIa mengatakan, sampel yang dikirim biji kopi Arabika dan rubosta tergantung mereka maunya apa.\r\n”Kita sudah siapkan berapapun kopi yang diminta, namun kita masih menunggu harga dan jumlah dibutuhkan,” ujar dia.\r\nNamun, kata Zaldi, perlu perhatian petani Pagaralam soal kualitas dan pola pengelolaan tanpa menggunakan bahan kimia atau organik.\r\n”Saat ini kita juga lagi konsen promosi, tingkaykan pengembangan kopi menjadi sumber pendorong perekonokian masyarakat dan daya tarik wisatawan, termasuk akan mengadakan fistival kopi,” kata Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati, \r\nIa mengatakan, manset pengelolaan kopi harus dirobah, dijadikan pengembangan indistri perumahan, artinya petani tidak lagi jual barang mentah tapi sudah dalam siap dikonsumsi namun kwalitas dan mutu harus di jaga.\r\n”Nantinya kopi akan jadi andalan dan sajian utama dalam setiap kegiatan yang dilakukan pemerintah kota termasuk even Jelajah Gunung Dempo trail Adventure 2017 mendatang,” kata dia.\r\n Even nasional ini, kata Ida akan dipadukam dengan kegiatam festival kopi termasuk pemecahan rekor muri peminum kopi terbanyak nantinya.\r\n”Kita nanti akam siapkan paket wisata kopi, mulai daru penyiapan kebun, cara pengolahan sampai proses penyajian, seperti proses penanamam, pemetikan dan pengolahan kopi untuk diminum,” ujar Ida.\r\nSalah satu pendorong agar kopi dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengolahan dan menumbuhkan pangsa pasar, seperti menjual langsung kepada pengusaha restoran, hotel, caffe, warung kopi, dan termasuk untuk rumah tangga.\r\nKemudian, kata Ida, kopi Pagaralam bisa jadi souvenir bagi wisatawan tidak perlu lagi jual ke luar dalam bentuk mentah.\r\n”Tentunya diperlukan peningkatan mutu dan kwalitas, untuk menjadikan kopi Pagaralam memang memiliki rasa dan aroma yang khas bila dibandingkan dengan daerah lain,” ujar Ida.\r\nIda mengatakan, kopi Robusta yang berasal dari Pagaralam ini sudah dikenal istimewa karena aromanya dan wanginya sudah tercium, bahkan sebelum sedu.\r\nKopi Pagaralam adalah salah satu kopi favorit Ratu Yuliana pada jaman Belanda dulu. \r\nRatu Yuliana memang seorang pencinta kopi, dan tak pernah melewatkan satu hari pun tanpa kopi di Pagaralam, ada sebuah kebun kopi yang khusus dibuat untuk menghasilkan biji kopi terbaik, dan hasil panennya seluruhya dikirim ke dapur istana Sang Ratu dari Belanda ini. \r\n”Kalau dahulu letak kebun kopi terkenal dan l menjadi kebanggaan masyatakat Pagaralam ini terletak di sekitar Simpang Padang Karet, namun sekarang tinggal sedikit karena ada alih fungsi dan perluadan kota,” ungkap Ida.\r\nLanjut dia, kejayaan dan nama besar kopi Pagaralam harus di munculkan kembali agar menjadi icon dan kebesaran nama daerah.\r\n”Kita ingin kembalikan kebesaran dan nama besar kopi Pagaralam, agar menjadi salah satu aset widata dan daya tarik wisatawan datang ke Kota Pagaralam, nantinya,” ungkap Ida. (and)\r\n \r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

16 − four =

Berita Populer

Terbaru