Ilustrasi new normal/ net.

OKU Road To New Normal

OKU, beritakite.com – Meskipun Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bukan merupakan salah satu dari 102 wilayah di Indonesia yang akan menerapkan status New Normal sebagaimana diputuskan pemerintah pusat, namun Kabupaten dibawah pimpinan Kuryana Azis dan Johan Anuar itu terus melakukan persiapan menuju new normal.

“Kita hari ini melakukan rapat sosialisasi menuju new normal, atau istilahnya road to new normal,” ujar sekda OKU Dr. Achmad Tarmizi dalam Rapat Pencegahan Penularan Covid-19 Terhadap Pengelola Tempat Kerja, Pelaku Usaha, Masyarakat Yang Terlibat Dalam Sektor Jasa Dan Perdagangan yang digelar di Ruang Abdi Praja Pemkab OKU, Selasa (2/6/2020).

Nampak hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati OKU Drs. Johan Anuar, SH., MM, Ketua DPRD OKU Marjito Bachri, Dandim 0403/OKU Letkol Arh Tan Kurniawan, Kajari OKU Bayu Paramesti, Dan Sub Denpom Kapten CPM Gatot, Wakapolres OKU Kompol Edy Racmat, Sekda OKU Dr. Achmad Tarmizi, Pimpinan OPD dilingkungan Pemkab OKU, perwakilan rumah sakit dan  pimpinan badan usaha diwilayah OKU.

Rapat Pencegahan Penularan Covid-19 Terhadap Pengelola Tempat Kerja, Pelaku Usaha, Masyarakat Yang Terlibat Dalam Sektor Jasa Dan Perdagangan yang digelar di Ruang Abdi Praja Pemkab OKU dalam rangka sosialisasi persiapan menuju new normal 

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati OKU Drs. Johan Anuar tersebut, Sekda OKU menjelaskan bahwa rapat itu merupakan persiapan, percepatan, penguatan dan sosialisasi protokol kesehatan dalam rangka menuju new normal (road to new normal).

“Selama 2 minggu ke depan kita akan melakukan sosialisasi dan pengawasan terkait kepatuhan protokol kesehatan oleh masyarakat di pusat perbelanjaan, pasar-pasar, dan tempat keramaian lainnya,” sambung Sekda OKU.

Menurut Dr. Achmad Tarmizi pasca masa sosialisasi selanjutnya pihaknya akan melakukan sidak baik ke mall, pasar, maupun dinas instansi guna memastikan kepatuhan protokol kesehatan oleh seluruh unsur masyarakat. Sekda juga menyampaikan bahwa pemkab bersama TNI, Polri dan pihak terkait akan secara bertahap mulai hari ini melakukan sosialisasi.

“Kita belum ada sanksi, kita lakukan secara humanis, jangan sampai ada perlawanan dari masyarakat,” tandasnya. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

1 × 5 =

Berita Populer