Pembangunan Bendungan Jangan Abaikan Kelestarian Lingkungan Hutan Pagaralam

Pembangunan Bendungan Jangan Abaikan Kelestarian Lingkungan Hutan Pagaralam\r\n\r\nHB,Pagaralam – Pembangunan infrastruktur kota dan pertanian berupa irigasi termasuk bendungan sungai Lamatang, Dusun Semidang Alas, Kelurahan Jokoh, Kecamatan Dempo Tengah, seluas 19 hektare perlu mendapat perhatian serius pemerintah kota mengingat dampak pembangunan ini sudah menimbulkan ekspoitasi lingkungan cukup besar.\r\n”Kami sudah lakukan pengecekan terhadap kondisi hutan dan alam sekitar pembuatan bendungan Sungai Lematang, kondisinya cukup mengkhawatirkan. Bukan hanya hutan tapi termasuk struktur tanah juga banyak alami kerusakan karena pembuatan jalan dan tanggul,” kata Sidarta pemerhati lingkungan.\r\nDia mengatakan, bukit, tebing kemiringan 90 derajat dan termasuk hutan sudah cukup luas mengalami kerusakan. Mengingat proses pembuatan akses jalan menuju lokasi bendungan sudah tiga kali berpindah.\r\n”Seharusnya perencanaan pembangunan bendungan dilakukan dengan matang agar tidak merusak alam, kalau saat ini bisa terlihat pengerukan lereng bukit dan puncak tebing sehingga banyak hutan rusak,” ujar dia.\r\nIa mengatakan, kalau arah Rimba Candi sudah tiga kali membukaan jalan kemudian ditambah pembuatan dari arah jalur Semidang Alas, Jokoh ada puluhan meter bukit dikeruk.\r\n”Kita minta pemerintah lebih kètat memberikan pengawasan agar proses pembangunan tidak rusah lingkugan alam dan hutan,” ungkap dia.\r\nSementara itu Kepala BLH Agus Ahmad mengatkan, akan memberikan teguran secara resmi jika proses pembangunan tanggul itu kurang perhatikan lingkungan.\r\n”Kita minta pihak pelaksana pekerjaan untuk memperhatikan kondisi lingkungan, baik hutan, dan alam, agar tidak merusak ekosistem,” ujar dia. (and)\r\n

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

fifteen − two =

Berita Populer