Pemkot Pagaralam Harus Fokus Optimalkan Pengendalian Sampah Atasi Banjir

Sampah penyebab utama banjir\r\n\r\n

Pemkot Pagaralam mengerahkan dua unit alat berat untuk pengendalian sampah di TPA Simpang Padang Karet Kelurahan Besemah Serasan

Pemkot Pagaralam mengerahkan dua unit alat berat untuk pengendalian sampah di TPA Simpang Padang Karet Kelurahan Besemah Serasan

\r\n\r\nHB, PAGARALAM – Pemerintah Kota Pagaralam, harus lebih fokus mengoptimalkan pengendalian sampah dan  fungsi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah agar sampah tidak menumpuk termasuk saluran air di beberapa jalan utama yang selama ini sering tersumbat sampah dan menimbulkan banjir saat hujan deras datang.\r\n”Solusi merawat lingkungan dan pengendalian sampah, memang harus didukung dengan kondisi kesiapan infrastriktur yang baik seperti TPA refrisentatif dan termasuk angkutan serta petugas akut sampah perlu lenih diperhatikan,” kata pemerhati lingkungan Jefry, Rabu.\r\nMenurut Jefry, kendati kesadaran masyarakat masih kurang, jalan keluarnya petugs pembrsih sampah yang lebih giat lagi atau diperkuat dengan cacatan kesejahteraan dan alat angkut harus dalam kondisi baik.\r\nContohnya saja, kata dia, keberhasilan meraih piala Adipura dan penghargaan untuk pasukan kuning tentunya belumlah cukup, tapi pertimbanhkan juga honor atau gaji petugas kebersihan sesuai dan tepat waktu.\r\n”Kemudian edialnya gaji petugas kebersihan Rp2 juta hingga Rp3 juta dengan armada angkutan yang benar-benar prima seperti truk dan alat berat pengeruk sampah di TPA,” ujar dia.\r\nKalau ini dapat direalisasikan, kata dia, yang jelas kondisi Pagaralam akan bersih dan udara akan sehat kemudian wisatawan akan datang, karena sudah susah mencari daerah yang kondisi udara sejuk dan sehat kecuali daerah ini.\r\n”Selama ini prnyebab banjir dalam saluran air jarang dilakukan pengerukan dan membersihkannya dari lumpur dan sampah, sehingga saat hujan deras drainase tersumbat air melaup ke badan jalan,”mkata dia lagi.\r\nSemrntara itu Wali Kota Pagaralam Ida Fitriati, didampingi Kepala Dinas K3P Ràhmad Madro dan Erwin mengatakan, saat ini sudah memasuki awal musim hujan sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan untuk menghindari banjir dan tumpukan sampah.\r\n“Hujan lebih dari satu jam saja sudah banjir di sejumlah titik. Kondisi ini menjadi perhatian khusus Pemkot Pagaralam yakni bagaimana caranya agar drainase yang ada ini optimal, termasuk pengendalian sampah,” kata dia.\r\nIa mengatakan, belum lama ini ia memantau langsung pengerukan sampah di TPA dan pembersihan perkampungan dari sampah.\r\nPengerukan drainase ini juga penting agar sampah yang menyumbat tidak terkirim ke anak sungai.\r\nSeperti diketahui, jumlah anak sungai terus berkurang lantaran tumpukan sampah, dari semula berjumlah 15 kini hanya tersisa 8 yang melintasi Kota Pagaralam.\r\n“Banyak sekali drainase yang tersumbat, seperti di Jalan Gunung, Kombes Umar dan Jalan Kapten Snaf setelah dibuka pekerja banyak ditemukan sampah plastik bekas makanan dan minuman dari rumah makan, warung tenda dan ruko disekitarnya,” kata dia.\r\nTak hanya membenahi infrastruktur drainase, Pemkot Pagaralam, juga memberdayakan masyarakat untuk mencegah tumpukan sampah dan membuang sampah sembarangan.\r\nNantihya, perlu peran serta komunitas masyarakat peduli banjir dan kebersihan lingkungan agat rutin membersihkan sampah-sampah di drainase, sungai, dan anak sungai dari sampah dan lumpur. (and)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

thirteen − three =

Berita Populer