Pemkot Pagaralam Harus Tepat Pilih Lokasi Tanam Pohon Penghijauan

Wali kota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati M Kes saat tanam pohon di lapangan terbang (Lapter) Kelurahan Atung Bungsu Kecamatan Dempo Selatan

Wali kota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati M Kes saat tanam pohon di lapangan terbang (Lapter) Kelurahan Atung Bungsu Kecamatan Dempo Selatan

\r\n\r\nTIDAK TEPAT BISA MALAH RUSAK LINGKUNGAN\r\n\r\nHB, PAGARALAM – Menanggapi bantuan 13.000 bibit penghijuan untuk mendukung kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan serta penghijauan lingkungan, sebaiknya Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, harus tepat dalam menempatkan penanaman pohon sampai justrik berakibat muncul kerudakan lingkungan. Hal ini diunhkapkan pemerhati lingkungam Jefry.\r\nContohnya, di taman kota atau seputar jalan protokol tidak tepat ditanam pohon-pohon besar seperti babang, akasia, mahoni, dan beberapa jenis lainnya.\r\n”Liat saja taman kota banyak rusak akibat ditanami pohon-pohon besar, selain merusak bangunan taman termasuk jalan juga bergelombang,” kata dia.\r\nKemudian, kata Jefry, jenis pohon besar untuk lahan luar kota atau sekitar daerah aliran sungai (DAS), lahan tidur, termasuk sekitar perkebunan warga.\r\n”Memang kalau baru ditanam memang belum kelihatan, tapi setelah berukuran diats 10 meter dengan umur diatas 5 tahun baru terlihat akar merusak bangunannya,” kata dia lagi.\r\nDemikian juga dengan lahan lapter juga perlu menghindari penanaman pohon banyak hasilkan sampah dan terlalu besar karena akan menggangu penerbangan kalau sudah terlalu tinggi.\r\n”Liat saja sekitar jalan protokol banyak yang di tebang dan mati karena dipotong warga, selain mengganggu pertokoan dan membahayakan bila roboh,” kata dia.\r\nKadishutbun Kota Pagaralam, Jumaldi Jani SP, melalui Kabid Rehabilitasi dan Perlindungan Hutan, Yurdan,\r\nIa mengatakan, Pagaralam dapat bantuan sekitar 13.000 bibit pohon dari Balai Pembenihan Tanaman Hutan Provinsi Sumsel.\r\n“Awalnya bantuan yang kita ajukan ke balai mencapai 25.000 bibit pohon, namun disetujui hanya sekitar 13.000 bibit pohon. Belasan ribu batang pohon ini untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mendukung program tanam pohon bagi masyarakat Pagaralam,” ujar dia.\r\nIa mengatakan, adapun jemis bibit pohon banyuwn tersebut yaitu jenis Bambang Lanang, Ketapang Kencana, Gaharu, Pulai (Kayu Pelawi, red), Mahoni, Nangka, dan Tembesu. Bibit ini ada yang bernilai ekonomis dan ada juga hanya untuk penghijauan.\r\n“Bantuan tidak hanya ditujukan untuk kegiatan tanam pohon di lokasi lahan kritis atau hutan, namun juga bisa areal kebun, jalan ataupun pada kegiatan-kegiatan di tengah masyarakat, asalkan di wilayah Pagaralam,” kata dia.\r\nDengan tanam pohon ini, artinya elemen masyarakat bersama-sama melestarikan hutan di Kota Pagaralam. Sebab saat ini kerusakannya jika tidak diantisipasi mulai saat ini, tidak menutup kemungkinan bakal bertambah parah.\r\n”Kita masih gencar melakukan penanaman bibit pohon, khususnya difokuskan di lahan kritis, lahan tidur, DAS dan hutan lindung, termasuk hutan kota,”kata dia.\r\nDia mengatakan, sebagian wilayah hutan yang ada termasuk di kawasan hutan lindung rusak dan bisa ancam brncana seperti banjir, erosi, longsor, dan kerusakan keketingan. (mkh)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

six + seventeen =

Berita Populer