Pemkot Pagaralam Kesulitan Bangun Lokasi Wisata Tebat Gheban

Fasilitas Wisata Tebat Gheban Rusak Parah\r\n\r\n

Salah satu bangunan lokasi wisata Tebad Gheban di Kelurahan Alun Dua, Kecamatan Pagaralam Utara, yang sudah roboh dan tinggal pondasi saja akibat tidak ada pemeliharaan

Salah satu bangunan lokasi wisata Tebad Gheban di Kelurahan Alun Dua, Kecamatan Pagaralam Utara, yang sudah roboh dan tinggal pondasi saja akibat tidak ada pemeliharaan

\r\n\r\nHB, PAGARALAM – Fasilitas wisata Tebat Gheban yang terletak di Dusun Alun Dua Kecamatan Pagaralam Utara cukup memprihatinkan dan kondisi saat ini terbengkalai serta mengalami kerusakan cukup parah.\r\nPenelusuran beritakite.com, Minggu (30/10), sebagian besar bangunan wisata Tebat Gheban banyak sekali kerusakan seperti bangunan pondok, gazibo, shelter yang dibangun dipinggir danau sudah hancur,\r\nKemudian termasuk jalan lingkar alami kerusakan cukup parah digenangi air disertai lumpur. Apalagi rumput tumbuh disekitar kolam tumbuh subur seperti semak belukar dan danau banyak sampah.\r\nTerbengkalainya salah satu tempat wisata ini sangat disayangkan, padahal ini merupakan objek yang cukup banyak pengunjungnya.\r\nBahkan sering kali digunakan untuk foto Preweding, tempat pemancingan, dan tempat untuk wisata air seperti mengelilingi danau menggunakan prahu terbuat dari bambu.\r\n”Banyak sekali yang menarik di Tebat Gheban, apalagi sore dan pagi hari terlihat keindahan alam dari pancaran matahari sunrise dan sunset,”ujar Iman warga setempat.\r\nKepala Dinas Pariwisata Samasul Bahri Burlian saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, bahwa lokasi wisata Tebat Gheban bukanlah milik Pemerintah Kota Pagaralam melainkan milik masyarakat dusun Alun Dua, sehingga pemetintah tidak bisa sepenuhnya mengelolanya.\r\n”Tebat Gheban bukan milik Pemerintah Kota Pagaralam namun milik marga dusun Alun dua yang memiliki 7 jungku dan Dusun Petani,” kata Samsul.\r\n”Walaupun bukan milik Pemerintah, sering kali Pemkot melalui Dinas Pariwisata melakukan pembersihan dan penanaman pohon disekitar Tebat Gheban. Pihak pemrintah telah memberi tugas untuk membersihkan sampah dan pemeliharaan tebat gheban, namun setelah itu masyarakat tidak memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan sehingga sampah kembali beserakan,” kata dia.\r\nDitambahkan dia, lokasi wisata milik Pemerintah Kota Pagaralam yaitu Tugu Rimau, Tangga 2001, dan Curup Pintu Langit. Untuk Curup pintu langit masih proses perbaikan, sebenarnya peran pemerintah sebagai regulator dan fasilitator.\r\n”Kita akan coba duduk bersama mengajak pemangku adat, ketua dari pemilik aset Tebat gheban untuk melakukan kerjasama degan tujuan untuk membangun Kota Pagaralam lebih baik lagi. Kita akan merangkul pemilik aset Tebat Gheban untuk bekerjasam yang nantinya masyarakat akan mendapatkan keuntungan seperti bisa jualan di area lokasi tersebut sehigga dapat meningkatkan ekonomi mereka,” katanya.\r\nSementara anggota Komisi III DPRD Kota Pagaralam, Jenni  Shandiyah dari Praksi Nasdem mengatakan, lokasi Tebat Gheban itu merupakan aset pribadi, jadi dana APBD tidak bisa dikeluarkan. Namun apabila Dinas Pariwisata bisa melakukan pendekatan persuasif kepada pemangku adat, dan ketua pemilik aset tersebut bisa jadi kedepan Pemerintah akan memberikan motivasi,.\r\n”Diharapkan kedepanya Pemkot melalui Dinas Pariwisata melakukan kerjasama nantinya bisa diusulkan untuk pengembangan UKM di sekitar Tebat Gheban dan dapat mebuka lapangan pekerjaan, sehingga mengurangi angka pengganguran,” kata dia pula. (vrn)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

seven + three =

Berita Populer

Terbaru