Pemprov Upayakan Peningkatan PAD

Palembang- Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), ditengah perekonomian saat ini kondisinya sedang dimasa sulit akibat adanya pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat.

\r\nMenurut Gubernur Sumsel Alex Noerdin, upaya yang dilakukan Pemerintah Sumsel diantaranya melakukan efisiesi, menetapkan lagi program skala prioritas mana yang masih bisa di tunda dan mana yang bisa tidak dilakukan tahun depan, serta menginstruksi Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) bekerja habis-habisan mengupayakan meningkatnya pendapatan daerah.\r\n\r\n”Belum maksimalnya PAD itu disebabkan banyak faktor, jadi Dispenda harus bekerja habis-habisan. Misalnya piutang, Dispenda bagaimana caranya agar piutang itu bisa ditagih,” ungkap Alex Noerdin saat menghadiri rapat Paripurna XX DPRD Sumsel, Senin (14/11).\r\n\r\nLebih lanjut dikatakan Alex, seperti efisiensi terhadap Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) pegawai, ini dilakukan karena  TPP bukan hak pegawai melainkan penghargaan yang diberikan kepada pegawai berdasarkan kinerja.\r\n\r\nSituasi saat ini, tegas Alex, tidak mungkin membayarkan TPP itu secara penuh, namun gaji dan tunjangan yang benar-benar sah tidak pernah dikurangi dan tidak pernah ditunda.\r\n\r\nSementara, Rapat Paripurna XX DPRD Sumsel ini dengan agenda pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Sumsel tahun Anggaran 2017.\r\n\r\nSebanyak 9 Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel menyampaikan pemandangan umum yakni, Fraksi Partai PDI Perjuangan, Demokrat, Golkar, Gerindra, PAN, PKB, Hanura, Nasdem, dan Fraksi Partai PKS.\r\n\r\nFraksi Partai PDI Perjuangan dalam pemandangan umum yang disampaikan juru bicaranya Ike Mayasari SH, menyampaikan beberapa hal diantaranya mengenai peningkatan pendapatan daerah, pengembangan BUMD, perbaikan jalan, persiapan Asian Games 2018, terkait Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) pegawai, serta bidang lainnya.\r\n\r\nFraksi Partai Demokrat, disampaikan juru bicaranya, Muhammad F. Ridho ST MT menyampaikan terkait Raperda APBD Sumsel 2017 yang mengalami peningkatan 6,60 persen dari APBD 2016, Fraksi Demokrat mengharapkan penjelasan tentang dampak positif peningkatan APBD Sumsel 2017 ini, mengharapkan lebih memprioritaskan jalan Provinsi, mengapresiasi peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,13 Persen, program bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan energi baru dan terbarukan, serta berbagai bidang lainnya.\r\n\r\nFraksi Partai Golkar melalui juru bicara Rizal Kenedi SH MM menyampaikan beberapa hal baik dibidang pembangunan Infrastruktur, mengenai pajak dan retribusi, peningkatan pendapatan daerah, serta berbagai bidang lainnnya.\r\n\r\nRapat Paripurna dipimpin langsung ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda, serta dihadiri langsung Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Hadir juga dalam kesempatan ini, Para Wakil-Wakil ketua DPRD Sumsel, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Mukti Sulaiman, serta perwakilan FKPD dan SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.\r\n\r\nKetua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda saat memimpin rapat Paripurna mengatakan, pemandangan umum fraksi-fraksi ini merupakan sumbang saran pemikiran dalam upaya penyempurnaan Raperda yang di bahas, pemandangan umum berisikan pokok pikiran, himbauan, saran dan pertanyaan yang menghendaki jawaban dan penjelasan dari pihak Eksekutif sebagai pelaksana bebrbagai program dan kebijakan.\r\n\r\n”Melalui pemandangan umum ini, pihak Eksekutif akan menyampaikan jawaban dan penjelasan di rapat Paripurna XX DPRD Sumsel 17 November 2016 mendatang,” tandasnya.\r\n\r\nUntuk diketahui, pada Paripurna sebelumnya, Penjelasan Gubernur Sumsel Alex Noerdin terkait Raperda APBD Sumsel tahun anggaran 2017 telah disampaikan dalam rapat Paripurna 10 November lalu, berisikan secara rinci mengenain Rencana APBD yang ditetapkan sebesar Rp. 7,8 Triliun lebih, mengalami peningkatan sebesar Rp. 489 Milyar lebih atau 6,60 persen dari APBD Sumsel 2016. (HBS)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

two + 7 =

Berita Populer

Terbaru