Pemuda Pancasila saat melakukan aksi di halaman Pemkab Lahat

Pemuda Pancasila Tuntut Bupati Lahat Berikan Sanksi Tegas Kepada Sekolah Yang Pungut Biaya

LAHAT, beritakite.com – Sekolah sudah digratiskan namun diduga masih saja ada sekolah yang memungut biaya dengan modus. Ini membuat Puluhan Angggota Pemuda Pancasila di Kabupaten Lahat, Senin (6/12) tergerak untuk mendatangi Pemkab Lahat. Puluhan Pemuda gelar aksi damai di Halaman Pemkab Lahat, Dalam aksinya tersebut meminta agar Bupati Lahat, Cik Ujang, SH melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat untuk menegur, bahkan memberi sanksi kepada sekolah yang diduga masih memungut bayaran sekolah yang tidak sesuai dengan ketentuan Undang-undang yang berdalih komite.

Menurut, Koordinator Aksi, Syaik Amrullah masih ada sekolah di Kabupaten Lahat baik tingkat SMP maupun SMA yang memungut bayaran dengan wajib dan berjenjang. Bahkan, diduga ada sekolah yang menghimbau apabila tidak membayar bayaran akan diberikan sanksi tidak bisa mengikuti ulangan bahkan di keluarkan dari sekolah.

“Sebelumnya kami juga telah menganalisa kejadian itu terjadi di salah satu sekolah di Kabupaten Lahat terutama mengenai bayaran, masih ada sekolah yang siswanya harus wajib membayar dan berjenjang,” Ujarnya

Pemuda Pancasila Lahat, meminta kepada Pemkab Lahat, dalam hal ini agar kiranya Bupati Lahat, Cik Ujang SH melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat untuk menegur pihak sekolah hingga memberikan sanksi tegas kepada sekolah.

“Kami minta agar Pemkab Lahat dapat menegur pihak sekolah, berikan sanksi bahkan copot kepala sekolah jika benar terbukti,” pintanya.

Sementara itu, Dalam hal tersebut asisten I, Rudi Thamrin SH mengatakan pihaknya akan berkoordinasi kepada pihak sekolah SD dan SMP. Sedangkan untuk SMA pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi, sebab SMA merupakan wewenang penuh dari Provinsi.

“Kami akan meninjau ulang semua kebijakan yang diberikan ke sekolah.
Apakah ada hukum tetap atau tidak.
Akan diberikan sanksi administrasi hingga yang lebih tinggi. apabila benar maka akan diberikan sanksi,” terangnya(SR)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

four × one =

Berita Populer