Penggiat Seni-Budaya Pagaralam Masyarakatkan “Gitar Kepudang”

Penggiat Seni-Budaya Pagaralam Masyarakatkan “Gitar Kepudang”20161002_125014\r\n\r\nHB, Pagaralam – Rasa cinta terhadap aset seni dan budaya tidak hanya cukup dengan mengoleksi atau mengetahui saja, tapi justru harus lebih dalam lagi dengan terus menggali termasuk mengejar hak paten dan memasyarakatkannya. Hal inilah yang dilakukan para penggiat seni-budaya Kota Pagaralam. Katakanlah Asmadi Lani, Eko Soejianto, Ahmad Tagar Reagun, Bijak Pulon, Aan Ashar, Akbar Zamrullah dan Agus.\r\nTidak hanya getol mempromosikan “Gitar Kepudang” tapi pakaian adat Besemah ini justru sudah menjadi tren untuk digunakan sehari-hari.\r\nElegan, berwibawa dan kelihat lebih rapi bila menggunakan Gitar Kepudang terutama rambutnya.\r\n”Saya ada rasa ada yang janggal atau kurang bila tidak menggunakan ikat kepala Gitar Kepudang,” kata Bijak Pulon.\r\nIa mengatakan, hari-hari sudah menjadi kebiasaan memakai Gitar Kepudang, namun yang jelas rasa bangga miliki aset budaya berupa pakaian adat ini.\r\nSementara itu seniwan dan sastrawan Asmadi Lani mengatakan, permintaan untuk dibuatkan Gitar Kepudang sudah cukup banyak khususnya Kota Prabumulih, tapi karena akan dibuay hak paten jadi dibatasi dulu produksinya.\r\n”Kita akan upayakan gunakan sebagai pakaian sehari agar seluruh masyarakat Kota Pagaralam mengenal pakian adat Besemah ini,” kata dia. (and)\r\n\r\n

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

3 × two =

Berita Populer

Terbaru