Penyusutan Harta Kekayaan Pagaralam Capai Rp745 Miliar

Plt Kepala DPPKA Kota Pagaralam Drs Safrudin Msi

Plt Kepala DPPKA Kota Pagaralam Drs Safrudin Msi

\r\n\r\nHB, PAGARALAM – Memasuki usia 15 tahun, meskipun pertumbuhan pembangunan di lakukan Pemerintah Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), pesat namun disisi lain usia itu juga mendorong terjadi penyusutan berbagai aset yang ada, seperti kendaraan, perkantoran dan berbagai peralayan mesin lainya, bahkan mencapai angka cukup pantastis Rp745 miliar dari total aset Rp2,2 triliun. Hal ini diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD), Drs Safrudin Msi, didampingi Seretaris Emelda Yanti SH dan Kepala Bidang Aset, Rusnadi SE, di Pagaralam, Sabtu.\r\nMenurut Safrudin, memang hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada pireode 31 Desember 2015 lalu total capai Rp 2.225.455.257.408,60, namun perjalan waktu selama lebih kurang 15 tahun justru terjadi penyusutan cukup besar capai jumlah Rp745.864.209.454,60.\r\n”Sebetulnya setiap tahun terjadi peningkatan sekitar 4,99 persen dan bahkan tahun 2014 lalu sekitar jumlahnya Rp 1.931.247.711.959,88. Semua itu sudah dihitung secara keseluruhan baik benda bergerak dan tidak bergerak,” kata dia.\r\nSafrudin semuanya sudah dirincikan semua sektor seperti perkebunan, tanah, dan bangunan, yang terjadi penyusutan hanya berupa gedung, kendaraan dan peralatan mesin.\r\n”Sebetulnya BPK sudah memiliki standar dalam penghitungan berbagai aset milik Pemkot Pagaralam yang alami penyusutan,” kata dia.\r\nAdapun rincian hqsol audit BPK, kata diq, pada pireode 31 Desember 2013 sebesar Rp1.683.412.801.177, kemudian 2012 lalu berjumlah Rp1.489.668.886.830,42 meningkat sekitar 4,99 persen bila dibandingkan 2011 lalu, sekitar Rp1,2 triliun.\r\n”Kemudian tahun 2008 lalu sekitar Rp800 miliar, meningkat 2009 Rp1,05 triliun dan 2010 mencapai Rp1,1 triliun  hanya adalam waktu satu tahun bisa bertambah menjadi Rp1,05 triliun untuk 2009, sedangkan 2010 mencapai Rp1,1 triliun,” ungkap dia pula.\r\nDia merincinkan, aset itu meliputin bergerak dan yidqk bergerak, seperti tanah Rp185. 931.825.140, peralatan/mesin Rp287.318.825.140, gedung/bangunan Rp582.769.157.703,96, jalan, irigasi dan jaringan Rp1.117.644.931.020,88.\r\n”Sedangkan aset tetap lainnya Rp18.568.168.359.92 dan kontruksi dalam pengerjaan Rp33.195.663.689.,30, serta aset lainnya mencapai Rp10.998.962.114,34,” ungkap dia.\r\nIa menambahkan, semua aset sudah dihitung baik dimiliki Pagaralam termasuk peralihan dari Pemerintah Kabupaten Lahat maupun Pemerintah Provinsi Sumsel.\r\n”Berbagai aset daerah itu sudah dinilai dalam bentuk rupiah baik itu berupa bangunan, kendaraan dan peralatam mesin maupun tanah dan bahkan lainnya,” kata dia.\r\nTentunya, kata dia, berbagai aset daerah itu akan terus bertambah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan daerah.\r\nDitambahkan, Emelda, penambahan selain peningkatan fasilitas yang bangun dan dimiliki pemerintah kota seperti kendaraan dan bangunan kantor.\r\n”Kemudian pertumbuhan daerah juga mendorong pengembangan aset termasuk badan usaha daerah seperti pengelolaan air minum ARPA, lapangan terbang Atung Bungsu, sekolah, hutan kota, lahan sport cinter, perguruan tinggi, PAM dan beberapa aset wisata lainnya,” kata dia lagi. (and)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

8 − seven =

Berita Populer