Pernyataan Sikap KAMMI Al-quds UNSRI terhadap tragedi Kemanusiaan di Rohingya

 

Assalamualaikum wr.wb

bismillahirahmanirrahim

Melihat kondisi dewasa ini mengenai saudara-saudara kita di Rohingya sungguh amat memprihatinkan. Kebrutalan rezim Myanmar kian membabi buta, tak puas sekedar mengusir etnis Muslim Rohingya dari tanah Myanmar, pembunuhan dan pemerkosaan sudah menjadi hal yg lazim diterima orang-orang etnis Muslim Rohingya di Myanmar. Sudah lebih dari 400 jiwa melayang, menurut pejabat PBB (1/09/2017) 38.000 jiwa yang telah melintasi perbatasan bangladesh dan 2.625 rumah di bakar oleh operasi militer myanmar.

Indonesia merupakan negara yang mayoritas umat islam, sudah sepantas kita membantu dan mendo’akan saudara2 kita yang saat ini sedang tertindas. bangsa Indonesia adalah bangsa yang lahir dengan semangat anti penjajahan dan penindasan hal ini termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea pertama bahwa ” sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan..” hari ini dunia seolah menutup mata akan tragedi di Rohingya, sebagai bangsa yang lahir dengan nilai keadilan dan kemanusiaan, bangsa indonesia sudah sepatutnya mengambil sikap tegas dalam menyikapi konflik tersebut.

Kini Rohingya kembali memanas, tapi sungguh amat disayangkan adalah sikap dari negara-negara ASEAN yg seolah tak berdaya dalam meredam konflik Rohingya. ASEAN yg merupakan wadah asosiasi negara-negara Asia tenggara dalam menjaga perdamaian dan nilai-nilai kemanusiaan seoalah tak tertarik lagi dengan isu kemanusiaan itu sendiri. Bahkan negara-negara yg menjadi tempat berlabuhnya para manusia prahu dari Rohingya pun seakan bermain pimpong maritim, dengan alasan peraturan perundang-undangan negara, mereka mencegah masuknya pengungsi Rohingya sehingga membuat para pengungsi layaknya bola pimpong yg terluntang lantung di lautan tanpa tujuan yg jelas. Lebih parahnya lagi, konflik Rohingya yang awalnya adalah konflik vertikal antara pemerintah Myanmar dengan etnis Muslim Rohingya, kini telah menjadi konflik horizontal dengan adanya sebagian masyarakat budha Myanmar yg ikut terlibat dalam kejahatan kemanusiaan yg terjadi di Rohingya.

Kondisi seperti ini sudah semestinya menjadi perhatian serius dunia dan umat Islam sebagai saudara seiman bagi etnis Muslim Rohingya. Maka dari itu kami dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Al-quds Universitas Sriwijaya mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:
1. Mengutuk keras kekejaman pemerintah Myanmar yang telah melakukan kejahatan genosida dan pelanggaran HAM atas etnis Muslim Rohingya
2. Menyerukan seluruh elemen masyarakat baik Indonesia maupun dunia untuk memberi dukungan secara moril maupun materil kepada etnis Muslim Rohingya
3. Menuntut pemerintah Indonesia menghentikan hubungan diplomatis dengan Myanmar sampai Myanmar benar-benar menghentikan tindakan represifnya atas etnis Muslim Rohingya
4. Menuntut Pemerintah Indonesia untuk mengajak negara-negara ASEAN memberikan sanksi terhadap Myanmar mulai dari embargo di berbagai aspek hingga penon-aktifan Myanmar dari aggota ASEAN
5. Mendesak negara-negara tetangga di kawasan asia tenggara maupun lainnya untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi pengungsi rohingya
6. Mendesak PBB untuk menangani kasus tragedi kemanusiaan di Rohingya dan mengadili penjahat kemanusiaan di Rohingya dengan seadil-adilnya.

Indralaya, 02 September 2017

Ttd

M Salman Nuryahya
KP KAMMI Al-quds UNSRI

Mengetahui :

Beni Tri Saputra
Ketua umum PK KAMMI Al-quds UNSRI

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

two × three =

Berita Populer

Berita Sumsel

iklan kpu