Polisi Berhasil Gagalkan Peredaran 1Kg Ganja Di OKU

Baturaja, beritakite.com – Satres Narkoba Polres Ogan Komering Ulu (OKU) kembali menorehkan prestasi dalam pemberantasan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres OKU.

Kali ini Satres Narkoba di bawah Pimpinan AKP. Widhi Andika Darma, SH. S.IK., itu berhasil menggagalkan peredaran 1kg narkoba jenis ganja dari tangan seorang tersangka bandar narkoba bernama Heriyanto (27) warga Kebun Jati Kelurahan Saung Naga Kecamatan Baturaja Barat.

Hal itu disampaikan Kapolres OKU AKBP. Dra. Ni Ketut Widayana Sulandari didampingi Kasat Narkoba Polres OKU AKP. Widhi Andika Darma, SH., S.IK., saat menggelar pres release dihalaman Mapolres OKU pada Rabu (27/03/2019).

“Tersangka Heriyanto ini ditangkap berkat hasil pengembangan dari penangkapan tersangka lainnya atas nama Ferry Charnedi (32) warga Kebun Jeruk Kelurahan Saung Naga,” kata Kapolres.

Dijelaskan Kapolres tersangka Ferry Charnedi ditangkap Rabu (27/03/2019) dini hari dan dari tangan tersangka didapati 1 paket kecil ganja siap edar.

Selanjutnya dari nyanyian tersangka Ferry Charnedi petugas menangkap tersangka Heriyanto di rumahnya.

“Pada saat ditangkap dari tangan tersangka didapati 1 linting ganja, selanjutnya petugas kita melakukan pengembangan dan didapati 2 paket ganja diatas kasur dirumah tersangka, selanjutnya petugas melakukan pengembangan lebih mendalam dan kita dapatkan 1Kg ganja yang disembunyikan tersangka didalam ember,” jelas Kapolres.

Tersangka Heriyanto menurut Kapolres mendapatkan barang haram tersebut dari rekannya yang berdomisili di Palembang.

“Menurut keterangan tersangka, barang haram tersebut dikirim rekannya dari Palembang menggunakan travel” sambung Kapolres.

Kedua pelaku menurut Kapolres dijerat dengan UU Narkoba no 35 tahun 2009 pasal 114 ayat (1) dan pasal 111 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sementara itu tersangka Hariyanto kepada awak media mengaku telah kurang lebih 1 tahun ini menggeluti bisnis narkoba tersebut.

“Biasanya saya pesan ganja 1/2 Kg atau1/4 Kg, baru inilah 1 Kg, belum sempat saya jual keburu tertangkap” Ujarnya.

Menurut Heriyanto untuk 1Kg daun haram itu dirinya membeli dengan harga 3 juta rupiah, dan dia jual dengan cara membaginya menjadi paket-paket kecil dengan harga 50 ribu.

“Saya beli 3 juta, tapi tidak kontan, bayar DP dulu 1 juta, dijual dengan harga per paket 50 ribu, kalau habis bisa dapat uang 5 juta” cerita Heriyanto. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

4 + 3 =

Berita Populer

Berita Sumsel

iklan kpu