Polres Pagaralam Masih Dalami Status Pembangunan ARPA

 \r\n\r\n

Kapolres Kota Pagaralam, Sumsel, AKBP Pambudi SIK

Kapolres Kota Pagaralam, Sumsel, AKBP Pambudi SIK

\r\n\r\nHARUS PERJELAS STATUS HUKUM ARPA\r\n\r\nHB, PAGARALAM – Kepolisian Resort (Polres), Kota Pagaralam, terus menggulirkan status pembangunan PT Ayeh Besemah yang memproduk Air Pagaralam (ARPA), penyertaan modal saat pendirian tahun 2003 Pemerintah Kota Pagaralam Rp750.000.000 dan PT TOS senilai Rp320.000.000.\r\nNamun berbeda dengan hasil audit BPK tahun 2007 yang menunjukan penyertaan modal pendirian tahun 2003 mencai Rp3.500.000.000 terbagi atas 3.500 lembar saham dengan harga Rp1.000.000.\r\nBerdasarkan kontrak MoU dari jumlah modal tersebut Pemerintah Kota Pagaralam memiliki 70 persen saham dengam nilai Rp2.450.000.000 sedangkan PT Tirta Osmos Sampurna (TOS) sekitar 30 persen dengan nilai Rp1.050.000.000.\r\nPadahal penyertaam modal pada saat pendirian tahun 2003 Pemkot Pagaralam Rp750.000.000 dan PT TOS senilai Rp320.000.000, padahal hasil laporan 31 Desember 2007 menujukan penyertaan modal PT Ayek Besemah mencapai Rp2.639.110.000.\r\n”Hasil pemeriksaan BPK tahun 2007 total penyertaan modal sebesar Rp2.639.110.000 dengan rincian,\r\nTgl 29 Desember 2003 Rp750.000.000, 4 Juni 2005 Rp919.110.000, tanggal 5 Desember 2005 Rp150.000.000 sehingga total Rp1.859.110.000,” kata Kapolres Kota Pagaralam AKBP Pambudi SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Rahmad K dan Kanit Pidkor\r\nBropka Candra Utama, SE.\r\nIa menambahkan, kemudian dilanjutkan 4 Agustus 2006 Rp190.500.000 dan terakhir tanggal 22 Desember 2006 senilai Rp589.500.000 sehingga total Rp780.000.000.\r\n”Nilai penyertaan modal Rp1.859.000.000, berdasarkan laporan keuangan PT Ayek Besemah tahun 2007 penyertaan modal Pemerintah Kota Pagaralam hanya sebesar Rp681.000.000, Rp790.000.000 dikurangi Rp99.000.000, maka dengan rincian ini membuktikan jika terjadi selisih penyertaan modal capai Rp1,958.110.000,” kata dia.\r\nDia menlajutkan, nilai uang Rp1,859.000.000 dari laporan itu dipergunakan untuk pembangunan gedung pabrik, pembelian mesin water treatment, pengemasan, pembangunan jaringana listrik, penyiapan laham untuk pabrik dan pagar keliling.\r\n”Kita masih terus mendalami dan menunggu hasil audit untuk mengetahui berapa nilai kerugian dalam pembangunan ARPA yang di produk PT Ayek Besemah, hasil pemeriksaan penyertaan modal capai Rp3,5 miliar, namun laporan saat pendirian hanya Rp1 miliar,” tambah Candra. (and/vrn)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

10 − 9 =

Berita Populer