Lokasi Portal Yang telah dibuka orang tak dikenal

Portal Dibuka Orang Tak Dikenal, Ratusan Massa Bersiaga

Baturaja, beritakite.com – Kisruh permasalahan tambang batubara di Desa Batuwinangun dan Baturaden Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten OKU terus berlanjut.

Pada Kamis (14/12/2018) warga Blok R Desa Batuwinangun tempat dimana terpasang portal di jalan menuju lokasi pertambangan batubara milik PT. Selo Argodedali terpasang mendadak gempar.

Kegemparan warga disebabkan portal yang mereka pasang telah hilang semua karena dibuka oleh orang yang belum diketahui identitasnya.

“Portal telah dibuka diketahui kurang lebih jam 03.00 dini hari oleh warga yang akan berangkat ke kebun” ujar Maryanto Kadus Blok R Desa Batuwinangun didampingi Suyarlan Plt. Kadus Blok P Desa Baturaden.

Menurut Maryanto dua hari yang lalu memang pernah ada isu portal akan dibuka di malam hari dan dua hari yang lalu pula terlihat karyawan perusahaan sudah mondar-mandir di lokasi portal.

Saat di tanya wartawan selanjutnya langkah apa yang akan mereka ambil pasca dibukanya portal oleh orang tak dikenal, Maryanto menjelaskan bahwa rencananya penilik tanah bersama warga akan memasang portal lagi akan memasang portal lagi, namun dihalang-halang oleh massa yang pro tambang, dan masa pro tambang meminta agar masyarakat menghargai mereka

“Tolong hargai kami, jangan sampai ada keributan” ujar Maryanto menirukan apa yang di ucapkan massa pro tambang.

Menurut Maryanto, seharus massa pro tambang yang menghargai  mereka sebagai tuan rumah.

“Harusnya mereka yang menghargai kami, karena kami tuan rumah disini, sedangkan mereka pendatang” ujar Maryanto.

Sementara itu Elvis humas PT. Selo Argodedali saat diwawancarai wartawan menyatakan bahwa bukan pihaknya yang melakukan pembukaan portal tersebut.

“Bukan dari pihak tambang yang melakukan pembukaan tambang, namun ini keinginan dan inisiatif warga sendiri, bukan dari pihak tambang, pihak manajemen tidak mengetahui sama sekali” ujar elvis.

Menurut Elvis pihaknya hanya ingin melaksanakan pekerjaan tetap kondusif, dan pihaknya menyatakan bahwa yang membuka portal adalah warga Batuwinangun juga.

Saat wawancara berlangsung sejumlah ibu-ibu menyela dengan menyatakan bahwa yang membuka portal bukanlah warga desa mereka.

“Bukan warga sini, tapi maling yang membuka portal, karena dibuka malam hari” teriak sejumlah ibu-ibu.

Sejumlah Ibu-Ibu duduk di jalan menuju lokasi portal

Hingga siang hari susana diseputaran jalan menuju lokasi tambang nampak sedikit mencekam, sekitar 50 orang masa pro tambang nampak berkumpul di sekitar tempat bekas portal terpasang, sementara ratusan masyarakat yang menolak tambang nampak bertahan di rumah warga disamping jalan menuju lokasi tambang.

Aparat keamanan dari Polsek Lubuk Raja dan Polres OKU serta dari Satuan Polisi Pamong Praja nampak bersiaga disekitar lokasi.

Sejak pagi hari telah nampak hadir di tengah konsentrasi massa kasat POL PP OKU Agus Salim, Kasat Reskrim Polres OKU AKP. Alex Andrian, Kasat Intelkam Polres OKU AKP Hendro, Kapolsek Lubuk Raja IPTU Andi Apriadi, Peltu Jumrowi mewakili Danramil 403/12 Baturaja bersama sejumlah anggota Kodim 0403, dan menjelang sore hadir pula Danramil 403/12 Baturaja Kapten Czi. Handayani.

Beberapa kali nampak aparat keamanan baik dari Polres OKU, Kodim 0403 Oku dan Polres OKU mencoba melakukan mediasi agar tidak terjadi bentrokan antara kedua belah pihak.

Namun hingga siang hari  mediasi nampak belum membuahkan hasil, massa kedua belah pihak tetap bertahan  dengan keinginan dan diposisinya masing-masing.

Massa pro tambang tetap meminta portal untuk tidak dipasang lagi, sedangkan masyarakat meminta portal dipasang kembali.

Sekitar pukul 14.15 Peltu Jumrowi mewakili Danramil mewakili Danramil 403/12 mencoba menawarkan solusi keapada kedua belah pihak, bahwa portal tidak akan dipasang lagi, namun juga tidak boleh digunakan untuk aktifitas pertambangan batubara, nampak massa kedua belah pihak hampir menyepakati usulan Peltu Jumrowi tersebut, namun kemudian usulan tersebut kembali mentah karena masyarakat yang menolak pertambangan menyatakan bahwa permasalahan pembukaan portal tersebut telah dilaporkan ke Polres OKU, dan setiap permasalahan warga telah diserahkan kepada pengacara.

Massa Pro Tambang saat coba diberikan penjelasan oleh aparat keamanan

Setelah melalui pertemuan tertutup pada pukul 16.15 WIB  yang dilaksanakan di rumah milik warga di Blok R yang dihadiri oleh Kanit Sosbut Polres OKU IPDA. Arie Gusman, masyarakat kontra tambang, Kasat Pol PP Agus Salim ,Danramil 403-12/BTA Kapten.Czi.Handayani dan anggota unit intel Kodim OKU untuk mencari jalan keluar permasalahan ini.

Pasca pertemuan tertutup tersebut masyarakat yang kontra tambang berangsur meninggalkan lokasi di sekitar jalan menuju bekas portal, namun mereka tetap meminta agar masyarakat pro tambang tetap mematuhi hasil kesepakatan pertemuan mediasi yang dilaksanakan di Pemkab OKU beberapa waktu yang lalu.

Adapun hasil pertemuan yang dipimpin Sekda OKU tersebut, Sekda OKU Dr. Drs. H. Achmad Tarmizi, SE, MT., M.Si meminta kepada kedua belah pihak tidak melakukan kegiatan apapun terkait pertambangan batubara hingga ada keputusan hukum tetap,   karena saat ini permasalahan tersebut sedang dalam proses hukum .

Setelah masyarakat mulai membubarkan diri, pukul 16.20 WIB Kasat Pol PP, Danramil 403-12/Baturaja, pihak Polres OKU menemui pihak yang pro tambang  yang berada dilokasi eks poltal di Blok R untuk meminta massa pro tambang meninggalkan lokasi dan menjelaskan apa yang menjadi kesepakat tadi  dan pihak yang pro pun mengikuti apa yang disampaikan dengan sarat tidak ada lagi pemasangan poltal dan mereka pun berjanji tidak akan beraktifitas selama proses berjalan. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

twelve + eighteen =

Berita Populer