Prihatin Bencana Kabut Asap, JPRMI OKU Bagikan 500 Masker

OKU, beritakite.com – Bencana kabut asap yang melanda sebagian Provinsi Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang menjadi perhatian serius sejumlah pihak, hal ini disebabkan oleh parahnya bencana kabut asap yang terjadi di Kota Palembang.

Dikutip dari Kompas.com Senin (14/10/2019) merupakan bencana kabut asap terekstrem yang pernah melanda Kota Palembang ibukota Provinsi Sumatera Selatan.

Tercatat memasuki waktu subuh hingga menjelang siang, seluruh sudut kota di Palembang tertutup kabut asap. Bahkan jembatan Ampera pun ‘menghilang’ lantaran jarak pandang yang berkurang.

Sebelumnya, lebih dari satu bulan lamanya kota Palembang telah diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Kondisi kabut asap biasanya mulai dirasakan pada malam hingga pagi hari. Menjelang siang sampai sore, biasanya kabut asap akan mulai menipis.

Namun, pada Senin kemarin kabut asap ternyata menjadi makin parah pemerintah Kota Palembang terpaksa meliburkan 500 sekolah guna menghindari siswa terjangkit ISPA.

Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) adalah salah satu pihak yang turut prihatin dengan bencana kabut yang terjadi di Kota Palembang, bentuk keprihatinan JPRMI Kabupaten OKU dilakukan dengan cara membagikan masker bagi para pengguna jalan di Kota Baturaja.

Organisasi Pemuda yang konsen pada pembinaan pemuda dan remaja masjid itu melakukan pembagian masker bagi pengguna jalan di seputaran simpang Ramayana Baturaja, Selasa (15/10/2019)

Ketua JPRMI OKU Defri Ananda, S.Sy., melalui koordinator pembagian masker Azmi Fadhil Menuturkan bahwa JPRMI Kabupaten OKU membagikan 500 masker kepada masyarakat.

“Hari ini JPRMI OKU membagikan 500 buah masker untuk masyarakat, kita melibatkan kurang lebih 15 relawan dalam kegiatan ini,” tutur AKMI.

Menurut Azmi kegiatan tersebut merupakan bentuk keprihatinan JPRMI OKU atas musibah kabut asap di Kota Palembang.

“Acara ini serentak dilaksanakan oleh JPRMI se-Sumsel. Sebagai bentuk keprihatinan atas fenomena karhutla khususnya di sumsel yg semakin meningkat skalanya, dan juga aksi ini sebagai reminder untuk pemerintah agar lebih serius dlm penanganan karhutla dan tdk tebang pilih,” sambung Azmi.

Sari salah satu pengguna jalan yang melintas menuturkan bahwa kegiatan pembagian masker seperti yang dilakukan JPRMI tersebut sangat bermanfaat untuk masyarakat.

“Meskipun saat ini kabut asap di tempat kita tidak terlalu parah, namun aroma udara sudah mulai berubah, sekarang sudah mulai tercium bau asap saat kita menghirup udara, dengan pembagian masker seperti ini sangat membantu kami mencegah infeksi saluran pernapasan karena asap,” ujarnya. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

12 − 9 =

Berita Populer

Berita Sumsel

iklan kpu