Program Jaksa Masuk Sekolah Di SMPN 8 OKU, Kasi Intel Kejari OKU Sampaikan Materi Cyber Bullying Dan Narkoba

OKU, beritakite.com – Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar kegiatan Jaksa Masuk Sekolah, di SMP Negeri 8 OKU Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kamis (15/08/2019).

Kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi kepada para pelajar mengenai kesadaran hukum, agar para pelajar memahami dan mematuhi peraturan hukum.

Kepala SMPN 8 OKU Hj. Agustina Alawiyah, S.Pd. dalam sambutanya mengucapkan terimakasi kepada Kejaksaan Negeri OKU yang telah bersedia hadir kesekolah mereka untuk memberikan penyuluhan dan penerangan hukum bagi anak didiknya.

“Kepada anak-anak kami harap dapat menyimak, mendengar apa-apa yang disampaikan bapak-bapak ini nanti, dan tularkan ilmu yang didapat ini kepada kawan-kawan yang tidak hadir,” kata Hj. Agustina Alawiyah.

Sementara itu Kabid pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten OKU M. Darojatun, SE., MM  mengucapkan terimakasih banyak kepada pihak Kejaksaan Negeri OKU yang telah melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah ini.

“Semoga anak-anak sekalian bisa memahami dan mengerti akan pentingnya pendidikan mengenai hukum, agar menjadi anak-anak yang tidak nakal dan taat hukum,” ujar Darojatun.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari OKU yang mewakili Kajari OKU dalam materi yang disampaikannya tentang Cyber bulyying dan narkoba menjelaskan perlunya pemahaman hukum bagi anak-anak agar mereka tidak bermasalah dengan hukum.

Kasi Intel Kejari OKU menjelaskan tugas Kejaksaan sesuai dengan amanat UU Nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan.

“Pasal 30 UU Nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan, menjelaskan bahwa di bidang pidana  Kejaksaan mempunyai tugas dan wewenang antara lain melakukan penuntutan; melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat, putusan pidana pengawasan, dan keputusan lepas bersyarat; melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang‑undang; melengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik,” jelas Abu Nawas, SH.

Abu Nawas juga menjelaskan bahwa selain dalam bidang pidana, dalam pasal 30 ayat 2 dan ayat 3 UU Kejaksaan juga mempunyai tugas dan wewenang di bidang perdata dan tata usaha negara serta dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum.

“Nah di Pasal 30 ayat 3 disebutkan bahwa dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum, kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan dalam peningkatan kesadaran hukum masyarakat seperti yang kita lakukan malam ini,” sambungnya.

Selain itu, menurut Abu Nawas, di Pasal 30 ayat 3 juga  disebutkan bahwa Kejaksaan mempunyai tugas dan wewenang untuk turut menyelenggarakan pengamanan kebijakan penegakan hukum, pengawasan peredaran barang cetakan, pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara, pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama. penelitian dan pengembangan hukum serta statistik kriminal.

Kasi Intel Kejari OKU Abu Nawas, SH memberikan souvenir untuk mutid SMPN 8 OKU

Abu Nawas juga menjelaskan bahwa selain dalam bidang pidana, dalam pasal 30 ayat 2 dan ayat 3 UU Kejaksaan juga mempunyai tugas dan wewenang di bidang perdata dan tata usaha negara serta dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum.

“Nah di Pasal 30 ayat 3 disebutkan bahwa dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum, kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan dalam peningkatan kesadaran hukum masyarakat seperti yang kita lakukan hari ini,” sambungnya.

Kasi Intel berharap siswa yang mengikuti kegiatan hari ini dapat menularkan  ilmu yang diperolehnya hari ini kepada keluarganya dirumah agar keluarganya juga menjadi keluarga yang sadar hukum.

“Kesadaran hukum sangat penting agar masyarakat mematuhi hukum dan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Jangan ada anak-anak yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan sekolah,”

Abu Nawas juga meminta kepada  siswa/siswi SMPN 8 OKU jika ada yang dihukum dalam proses belajar-mengajar dalam batas kewajaran jangan mengadu ke aparat hukum

“Harapan saya jangan ada murid dan wali murid yang melaporkan guru yang menghukum anaknya dalam proses belajar mengajar dalam tahap yang wajar ke aparat kepolisian,” tegas Abu Nawas.

Abu Nawas dalam kesempatan tersebut menjelaskan jenis-jenis kejahatan yang termasuk cyber crime antara lain cyber terorisme, cyber pornography,  cyber harrasment, cyber stalking, dan hacking.

Sedangkan Cyber bullying menurut  Abu Nawas adalah segala bentuk kekerasan yang dialami anak atau remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia maya atau internet. Intimidasi dunia maya adalah kejadian manakala seorang anak atau remaja diejek, dihina, diintimidasi, atau dipermalukan oleh anak atau remaja lain melalui media internet, teknologi digital atau telepon seluler.

“Jangan ada pemerasan/pemalakan terhadap teman sendiri disekolah ini, kalau itu terjadi bisa ditangkap, karena itu termasuk premanisme,” pesan Abu Nawas

Segala bentuk Cyber crime dan cyber bullying dapat diancam pidana sesuai ketentuan dalam UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika

Sedangkan terkait  Narkoba,  Abu Nawas menjelaskan  bahwa generasi muda harus bebas narkoba.

Terjadinya penyalahgunaan narkoba menyrut Abu Nawas karena coba-coba, iseng, hiburan, ajakan teman, agar lebih pede, sedang bermasalah, agar terlihat lebih keren.

“Kita harus pintar-pintar memilih kawan,” ujarnya.

Peran generasi muda dalam mencegah penyalahgunaan  narkotika antara lain mendekatkan diri kepada tuhan, melakukan aktivitas yang positif, menanamkan pada diri bahwa narkotika hanya akan menimbulkan dampak negatif, tegas menolak ajakan menggunakan narkotika, memperkaya diri dengan informasi mengenai dampak buruk narkotika, berbagi informasi sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian.

“Jauhi narkoba, fahami dan patuhi hukum, kenali hukum, jauhi hukuman,” pesan Abu Nawas.

Sementara itu Inspektorat Kabupaten OKU diwakili Elman Firus, SH Pengawas Pemerintah Madya menyampaikan materi  tentang pungutan liar.

Menurut Elman ada 55 macam pungli yang marak terjadi di sekolah-sekolah.

“Kalau ada pelanggaran sampaikan kepada tim saber Pungli Kabupaten. Setiap pungutan liar akan kita tindak,” kata Elman. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

18 + seventeen =

Berita Populer

Terbaru