Prostitusi Libatkan ABG Mulai Marak di Pagaralam

AKP Wantoto SH Kabag Binmas Polres Kota Pagaralam

AKP Wantoto SH Kabag Binmas Polres Kota Pagaralam

\r\n\r\nHB, PAGRALAM – Degradasi moral sudah benar-benar cukup mengkhawatirkan di Kota Pagaralam, tentunya perlu menjadi perhatjan orang tua, tokoh masyarakat, agama dan pemerintah daerah, karena prostitusi melibatkan anak sekolah dan anak baru gede (ABG), mulai marak di daerah ini. Demikian diungkapkan Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Pambudi SIK Melalui Kabag Binmas AKP Wantoro SH, pagi ini.\r\n\r\nMenurut dia, tindakan pelaku prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur sudah mulai menggejala di masyarakat Kota Pagaralam ini, bahkan melakukan aksinya dengan berkedok rumah kost.\r\n”Hasil penyelidikan kita sudah banyak muncul anak-anak masih dibawah umur menjadi pelaku prostitusi, bahkan modus operandinya bekerjasama dengan pemilik kosan untuk mengelabui petugas dan warga setempat,”ujar dia.\r\nIa mengatakan, pemilik kos berpura-pura melakukan aktifitas dalam rumah sementara kamar disewakan dengan yang ingin melakukan pexta seks.\r\n”Sekali pake mamar mereka memasang tarif sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000, dan terus bergantian tamu yang datang,”jngkap dia.\r\nSebetulnya, kata Wantoro, cukup banyak faktor munculnya gejala ini termasuk ekonomi dan hilangnya moralitas agama bagi anak-anak muda sekarang ini.\r\n”Kita sudah banyak mendapat laporan baik SMS tentang aktivitas prostitusi yang mulai mengejala di kalangan anak muda di Pagaralam, dan sudan melakukan penyelidikan untuk mengungkapnya termasuk menangkap pelakunya,”ujar Wantoro.\r\nSementara itu Tokoh Agama Kota Pagaralam, Drs H A Nizom mengatakan, kondisi ini terjadi akibat moraslitas agama sudah berkurang dikalangan remaja, bahkan jarang sekali ditemukan kegiatan aktifitas keagamaan yang melibatka anak muda.\r\n”Semua ini perlu perhatian semua elemen masyarakat baik orang tua, guru, tokoh agama, masyarakat termasuk pemerintah, tentunya dalam meningkatkan pembinaan akhlaq dan moralitas agama bagi siswa dan pelajar khususnya anak sekolah dasar,” ujar dia. (mkh)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

six + 1 =

Berita Populer

Terbaru