RAPBD Pagaralam 2017 Terpangkas Rp160,6 Miliar

PEMBANGUNAN SKALA PRIORITAS\r\n\r\n

Wali kota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni

Wali kota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni

\r\n\r\nHB,PAGARALAM – Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2017 terjafi defisit karena mengalami penurunan hingga cukup pantastis capai 18,34 persen dari 2016 senilai Rp876.025.522.883, menjadi Rp715.356.685.672 atau mengalami pengurangan Rp160.668.850.211.\r\nPengurangan dana yang terjadi tidak hanya di Kota Pagaralam tetapi juga dialami seluruh daerah di Indonesia berdampak pada beberapa ptogram pembangunan tertunda. Hal ini diungkapkan Wali kota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati Basjuni pada penyampaian‎ nota pengantar RAPBD 2017 di DPRD Kota Pagaralam 2017.\r\nIa mengatakan, kedepan pihaknya akan menjalankan program yang benar-benar efekyif dan efesien serta azas bermanfaat. Hal itu dilakukan guna memacu pembangunan infrastruktur dan ekonomi untuk memacu kesenjangan wilayah, meskipun demikian, pembangunan untuk masyarakat tetap dilakukan, sehingga pengembangan wilayah akan merata.\r\nIda merinvikan, untuk pendapatan asli daerah pada APBD induk 2017 mengalami peningkatan Rp ‎939.000.000 atau 1,87 persen. Bila dibandingkan dengan APBD Induk 2016 dengan rincian pendapatan asli daerah 2017 seperti pajak daerah Rp5.140.693.675, kemudian retribusi daerah Rp3.046.720.000, bagian laba atas penyertaan modal Rp4.510.264.997, lain-lain pendapatan asli daerah yang sah Rp38.355.478.000.\r\n“Dana perimbangan dalam APBD 2017 sebesar Rp641.803.529.000, pada anggaran induk 2016 sebesar Rp709.325.894.152, mengalami penurunan Rp67.522.365.152 atau 9,52 persen untuk bagi hasil pajak/bukan pajak Rp108.611.673.000, dana alokasi umum Rp390.844.926.000 dan dana alokasi khusus serta dana alokasi khusus non fisik Rp142.346.966.000,” kata Ida.\r\nMenurut Ida, untuk dana lain-lain pendapatan daerah yang sah dalam APBD 2017 dianggarkan sebesar Rp22.500.000.000, pada APBD induk 2016 sebesar Rp116.585.472.056 mengalami penurunan Rp94.085.472.059 atau 418,1 prrsen, dengan rincian antara lain bagi hasil pajak dari provinsi Rp15.000.000.000, dana penyesuaian dan otonom khusus Rp7.500.000.000. Dengan demikian total anggaran 2017 Rp715.356.685.672, bila dibandingkan APBD 2016 Rp876.025.522.883 mengalami penurunan Rp160.668.837.221.\r\n“Untuk anggaran belanja tidak langsung 2017 Rp353.236.839.3636 naik Rp8.493.300.461 atau 2.45 persen dari belanja tidak langsung 2016 Rp344.743.539.173. Kemudian belanja langsung 2017 dianggarkan Rp389.919.846.036 turun Rp187.704.119.350 atau 32,50 persen dari 2016 Rp577.623.965.386,” bebernya.\r\nDengan demikian, kata Ida, total seluruh belanja pada RAPBD Induk 2017 Rp743.156.685.672‎, bila dibandingkan dengan APBD Induk 2016 Rp922.367.504.561 menurun sebesar Rp179.210.818.889 atau 19,43 persen.\r\nKemudian, pembiayaan daerah untuk menganggarkan setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali atau pengeluaran yang akan diterima pada penerimaan APBD 2017 Rp65.000.000.000. Sedangkan dalam APBD Induk 2016 sebesar Rp55.266.189.018, terdapat peningkatan Rp9.733.810.982 atau 17,61 persen. Sedangkan pengeluaran biaya dalam APBD 2017 Rp37.200.000.000, sementara APBD Induk 2016 Rp8.924.207.340 meningkat Rp28.275.792.660 atau 316,84 persen.\r\n“Kesimpulan untuk anggaran pendapatan Rp715.356.685.673,‎ total belanja Rp743.156.685.672 dari anggaran belanja tidak langsung Rp353.236.839.636 dan belanja langsung Rp389.919.846.036 sehingga terjadi defisit Rp27.800.000.000. Saya berharap kepada DPRD Pagaralam dapat membahas RAPBD Kota Pagaralam 2017 tepat waktu sehingga program pembangunan dapat berjalan dengan lancar,” ungkap Ida lagi. (mkh)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

15 + 16 =