Ratusan Massa Di OKU Tuntut Pembatalan UU Omnibus Law

OKU, beritakite.com – Ratusan massa yang berasal dari Aliansi OKU Raya Bergerak, Kamis (8/10/2020) memadati halaman Gedung DPRD Kabupaten OKU, massa yang mengenakan pakaian hitam-hitam tersebut hadir di tempat tersebut untuk menuntut pembatalan pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Massa yang merupakan gabungan dari organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa dan organisasi buruh itu silih berganti melakukan orasi mengutuk pengesahan UU Omnibus Law oleh DPR pada 5 Oktober lalu.

Nampak pula ratusan anggota TNI, kepolisian, dan Pol PP mengamankan aksi tersebut.

Suasana sempat memanas saat massa ingin memasuki halaman DPRD namun gerbang gedung tersebut tertutup. Massa sempat mendorong gerbang dan meminta gerbang dibuka. Beruntung

“DPR mundur… DPR mundur…,” teriak massa bersahut-sahutan.

“Fungsi DPR saat ini hanya menyusahkan rakyat, Sejak 2019 sudah banyak penolakan UU Cipta Kerja namun tetap disahkan, hanya Investor yang diuntungkan oleh pengesahan UU Omnibus Law ini dan rakyat disengsarakan,” ujar salah seorang orator.

Mario salah satu orator menegaskan bahwa sebelum beliau (Jokowi-red) menjabat untuk kedua kalinya rakyat sudah menderita

“Sebelum UU ini dicabut kami tidak akan berhenti berjuang,” tegas Mario.

Adapun 4 poin tuntutan massa Aliansi OKU Raya bergerak adalah sebagai berikut:
1. Mengecam dan mengutuk keras atas tindakan DPRRI yang telah mengesahkan RUU Cipta Kerja (Omnibus Law) menjadi UU Cipta Kerja yang tidak mendepankan
kepentingan rakyat
2. Mendesak Presiden RI dan seluruh fraksi DPRRI untuk meminta maaf kepada seluruh
rakyat Indonesia serta mengevaluasi UU Cipta Kerja dalam tempo sesingkat-singkatnya
3. Meminta Pemerintah Pusat yang dalam hal ini Presiden RI Ir. Joko Widodo untuk
mengeluarkan PERPPU pencabutan UU Cipta Kerja.
4. Mendesak DPRD OKU untuk mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi
mengenai pencabutan UU Cipta Kerja yang tidak memperhatikan aspirasi rakyat.

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

eight + 16 =

Berita Populer

Terbaru