Rektor Umuslim : Masyarakat Aceh Sangat Memuliakan Tamu

10 mahasiswa Malang Jawa Timur perkaya keilmuan di Aceh

10 mahasiswa Malang Jawa Timur perkaya keilmuan di Aceh

\r\n\r\nUMUSLIM SAMBUT 10 MAHASISWA MALANG\r\nHB, BIREUEN ACEH, Rektor Umuslim Dr H Amiruddin Idris SE MSi mengatakan, masyarakat memiliki sifat sangat memuliakan tamu, asal tamu tersebut datang dengan benar-benar ingin bersaudara bukan untuk melanggar norma agama dan adat yang dianutnya.\r\n“Masyarakat Aceh sangat hormat atau memuliakan setiap tamu yang datang dengan tujuan baik, beretika, dan mampu menjaga diri serta tidak melanggar adat istiadat dan juga norma agama,” katanya menyambut 10 mahasiswa prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dari Universitas Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, di ruang rapat Ampon Chiek Peusangan, kampus Umulim, peusangan, Bireuen.\r\nDikatakannya, tibanya mahasiswa dari dari Jawa Timur itu yang diantar Wakil Rektor I Universitas Kanjuruhan Malang Dr Sudi Dul Aji, Msi bertujuannya untuk mengikuti kuliah sistem kredit transfer Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA) yang diprogramkan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.\r\n“Saya bangga atas kerjasama dan kolaborasi  ini, karena melalui program ini dapat meningkatkan hubungan kerjasama Umuslim dan juga akan dapat menambah wawasan mahasiswa disini dalam berbagai hal tentang pendidikan dan budaya kedua daerah,” katanya.\r\nSelain itu, Amiruddin mengatakan, Umuslim sebuah PTS berada di kampung atau disebuah ibukota kecamatan, oleh karena itu mahasiswa dari Malang supaya dapat berbaur dengan mahasiswa dan masyarakat di tempat tersebut. “Apabila kita bertamu dan menginap di kampung-kampung, tidak berlebihan saya katakan, prinsip masyarakat Aceh sangat memuliakan tamunya, terkadang untuk sendiri belum tentu dinikmatinya, namun untuk tamunya siap diberikan, misalnya, untuk memuliakan tamu ayam kesayangannya rela dipotonya,” kata Amiruddin Idris.\r\nMakanya, lanjut dia, kemudian bagi mahasiswa dari daerah lain jangan terlalu percaya dengan isu diluar yang katanya Aceh seram dan tidak aman, karena itu sesuatu yang kesannya terlalu dibesar-besarkan.\r\n“Adik-adik mahasiswa dari Malang ini, tidak usah ragu dan takut untuk berbaur dengan masyarakat Aceh, yang penting dapat menjaga norma agama dan budaya pergaulan, sekarang saja di Umuslim ada dua mahasiswa dari Jepang sedang belajar disini yang datang beberapa waktu lalu, dan hingga saat itu keduanya kuliah dengan nyaman, bahkan dalam pelaksanaan Pomal ikut bermain bola kaki,” katanya.\r\nWakil Rektor I Wakil Rektor I Universitas Kanjuruhan Malang Dr.Sudi Dul Aji, MSi, sangat berterimakasih kepada Rektor Umuslim serta seluruh jajarannya yang telah menyambut 10 mahasiswa serta dirinya dan juga isterinya dengan baik.\r\n”Kami sengaja memilih Umuslim ini, karena kami sangat tertarik dengan  Umuslim yang merupakan salah satu PTS yang maju dan kami juga ingin belajar banyak tentang syariat islam di Aceh,” ujar dia.\r\nIa menambahakan, pihaknya juga dalam program pertukaran mahasiswa juga bermitra dengan Universitas di Ambon dan Yogyakarta.\r\nMenurutnya perkembangan prodi yang dimitrakan dengan Umuslim tidak jauh beda perkembangannya dengan mereka di Malang, tetapi harapannya dengan waktu yang sangat singkat ini mahasiswanya dapat belajar banyak tentang perkuliahan dan adat budaya Aceh yang penuh nuansa islami.\r\nWakil Rektor I Umuslim Marwan Hamid,MPd yang juga ketua panitia program sistem Daring Umuslim, mengatakan, untuk tahap pertama baru 10 orang mahasiswa dari Malang yang datang, mungkin dalam beberapa hari ini menyusul 30 orang lagi.\r\n“Kedepan kedua Perguruan Tinggi ini  akan mengembangkan  kerjasama yang lebih luas lagi baik bidang pertukaran dosen maupun penelitian dan pengabdian masyarakat,” katanya. (ami)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

3 + 8 =

Berita Populer