Rektor Umuslim Minta Mahasiswa Jaga Nama Baik Aceh

Mahasiswa Jadi Contoh di\r\n\r\n

Rektor Umuslim Bireurn Aceh Amiruddin

Rektor Umuslim Bireurn Aceh Dr H Amiruddin Idris SE Msi

\r\n\r\nLuar Daerah dan Luar Negeri\r\nHB, BIREUEN ACEH – Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, Aceh, Dr H Amiruddin Idris SE, MSi, menegaskan, mahasiswa yang dikirim ke luar daerah maupun ke luar negeri dalam program pertukaran mahasiswa yang sedang dijalankan sekarang ini, harus menjaga kehormatan orang tua, kampus, adat istiadat Aceh dan norma agama.\r\n“Para mahasiswa yang kita kirim ke luar daerah dan juga ke luar negeri, bukan lagi membawa nama pribadi, tetapi membawa nama kampus dan keluarga, maka jagalah nama baik mereka dan institusi,” tegasnya saat memberi bimbingan keberangkatan  30 mahasiswa FKIP prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ke pualu Jawa diruang metting kampus Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim Senin (7/11).\r\nMenurutnya, pengiriman 30 mahasiswa ke Pulau Jawa tahap ini untuk kuliah kuliah sistem kredit transfer Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA),  satu program  Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, bukan untuk main-main atau asal pergi. Namun itu tujuannya untuk belajar.\r\n“Jangan gara-gara tinggkah peserta yang kita kirim ini akan merugikan kampus umuslim untuki masa yang akan datang, karena kita telah membangun kampus ini dengan cukup lelah., tolong jaga norma etika dan budaya Aceh yang islami dalam pergaulan di daerah orang pesan Rektor yang diamini para orang tua mahasiswa,” katanya lagi.\r\nAmiruddin mengharapkan, mengambil manfaat dari proses belajar mengajar di tempat orang. “Jangan cenggeng, hadapi setiap persoalan dengan sabar dan tabah karena untuk meraih kesuksesan dari pendidikan memang kita selalu di uji dengan berbagai hal tantangan dan kesabaran, kalau ada hal-hal yang ada kekurangan agar mahasiswa dapat memakluminya karena memang adat dan budaya kita berbeda dengan mereka,” katanya.\r\nDalam kesempatan tersebut, Amiruddin juga mengulas tentang sejarah perjalanan kampus kebanggan masyarakat Bireuen tersebut yang sudah melangkah jauh kedepan dalam mensiasati perkembangan global. “Sekarang di Umuslim ada beberapa mahasiswa negara Jepang yang sedang menuntut ilmu di Umuslim, demikian juga pengiriman mahasiswa Umuslim  menempuh kuliah  di dua Universitas di pulau Jawa kali ini, setelah Umuslim berhasil memenangkan program hibah kredit transfer melalui Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA) yang dilaksanakan Kemenristekdikti beberapa waktu lalu,” jelasnya panjang lebar.\r\nProses pembelajaran mata kuliah Daring, lanjutnya, dikembangkan berbasis online melalui e-learning atau Learning Management System (LMS), karena semua data spada ini akan terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti).\r\n“ Kita berhasil memenangkan hibah yang dilaksanakan Dirjen Dikti, yang menang hibah program ini hanya 28 Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta seluruh Indonesia , ini menandakan bahwa Umuslim sekarang  sangat diperhitungkan. semua biaya untuk program ini ditanggung Dikti dengan sistem pertukaran mahasiswa antar universitas yang telah ditunjuk, Umuslim akan mengirimkan mahasiswa ke Universitas PGRI Yogyakarta dan universitas Kanjuruhan Malang, masing-masing 15 orang,” pungkas Rektor Umuslim, Dr H Amiruddin Idris SE, MSi. (amh)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

13 − 9 =

Berita Populer